Alumni SMK Daris Pasti Kangen Jika Melihat Cerita & Kenangan Ini

  • Whatsapp
wisuda smk daris
Halo broo,, masih ingat saya? salah satu alumni SMK Darissulaimaniyyah yang paling koclok, paling nakal, paling jelek, paling mbantahan ketika dikelas, terkena penyakit wedok’an, gak keren, dan masih banyak lagi penyakit yang saya derita ketika di SMK Darissulaimaniyyah.

Tidak terasa ya,, kita sudah berpisah selama 4 tahun ini, begitu cepatnya perjalanan ini, semuanya berjalan dengan cepat lalu pecah seperti serpihan kenangan Lion air.

Terlalu banyak kisah dan kasih manis yang telah kita lewati, jadi sayang ketika kenangan manis tersebut terbuang, apalagi sampai terlupakan.

Muat Lebih

Untuk itu, saya selaku perwakilan dari alumni SMK Darissulaimaniyyah generasi pertama menulis sedikit kisah manis yang pernah kita lewati dan sekarang kita lewatkan.

Karena saya sendiri meyakini dan seyakin yakinya, ketika kita sudah lulus,, sudah keluar,, dan memilih jalan hidup kita masing-masing sudah pasti dong,, kelak kita akan “Kangen” dengan serpihan kenangan indah itu.

Dan, siapa tahu,, Bapak/Ibu Guru yang disana juga kangen dengan murid-murid nakalnya.

“Ahh,, aku gak kangen mas, yang lalu biarlah berlalu, mari kita nikmati kehidupan baru.” Kata samudi yang sepertinya lupa untuk nyruput kopi pagi ini.

 

Guru-guru SMK Darissulaimaniyyah Yang Ganteng-ganteng dan Cantik-cantik

Bapak Rudi Agus Salim
 
 
Untuk angkatan 2013-2015 pasti kalian tidak asing lagi dengan sosok ganteng Kepala sekolah yang satu ini.
 
Tutur kata dan nasehat-nasehatnya sangat melekat di hati, Jika beliau memberi nasehat pada muridnya,, bagaikan genangan air tasik berkeliling perdu.
 
Gerakan tubuh yang santai dan intonasi nada yang terkadang keras namun seperti es yang mencair dan membasahi hati, siapa pun akan terbawa suasana tatkala diajar olehnya.
 
Beliau tenang namun bukan lamban
 
Begitu pula kalam namun bukan lembem
 
Ibu Komsiyah
 
Ibu Komsiah adalah wali kelas kami untuk angkatan pertama SMK Daris. Sapa dan tutur katanya sangat membekas di lubuk hati.
 
Bagaikan seruling mengiringi alunan musik yang turut memperindah, suara lembutnya yang beraturan membuat kami sangat tenang saat diajarnya.
 
Sikap beliau santun dan penuh khidmat
 
Budi bahasa yang menarik dan indah
 
Bapak Asrofhi
Bapak Asrofhi
Bapak Asrofhi
 
Laksana angin sepoi yang menyejukan diri disiang hari, suara kalem tapi bukan nylentem membuat kami sangat asyik ketika diajar beliau di kelas.
 
Beliau ini adalah salah satu guru favorit, karena jasa beliaulah kami bisa membongkar dan memasang komputer, Instalasi komputer hingga menerapkan ilmu jaringan pada komputer.
 
Ada cerita konyol saat dulu dikelas, dan ini adalah pertama kalinya kami merakit komputer,, saat itu, ada 5 kerangka komputer yang akan di rakit. Untung saja saya, badarudin, udin, novel, huda, mendapat kerangka komputer yang masih pentium. Jadi, jika ada kerusakan mungkin kerugian tidak terlalu besar.
 
Dan ternyata benar,,, apa yang kami kuatirkan terjadi, komputer yang kami rakit meletus,, (Njeblug) dan mengeluarkan asap sengat karena pemasangan kabel prosesor terbalik.
 
Ini adalah pengalaman keren pertama kami saat melakukan praktik merakit komputer di kelas.
 
Bapak Suparni
 
Laksana mawar di antara duri-duri tajam, yang memencar wangi di sudut-sudut tak sedap
 
Senyum semringahnya yang beriringan tutur halus, menjadikan letih kami terbuang saat belajar
 
Beliau bersikap anggun dan berwibawa
 
Penyabar pula penuh kasih sayang
 
Beliau sangat penyabar tapi juga bisa garang tatkala muridnya ada yang nakal.
 

Yakin Gak Kangen Sama Hal-hal Yang Ada dibawah ini?

 
Mabar (Makan Bersama) dalam rangka Syukuran Kelas
 
Syukuran Kelas
Sumber gambar: Akun facebook la dhilaa
 
Syukuran kelas adalah rutinitas kami generasi pertama, entah adek-adek kelas bisa seperti ini atau tidak.
 
Syukuran ini dilakukan ketika ada salah satu teman yang mempunyai hajat (ulang tahun) misalnya, hal ini akan menjadi kesempatan emas bagi profokator kelas, jika anak yang bersangkutan tidak mengeluarkan jajan maka harus siap-siap jadi bahan bullyan.
 
Saya sendiri sangat rindu dengan hal-hal konyol seperti rutinitas syukuran kelas ini, bagaimana dengan kalian?
 
Ngobar (Ngopi Bareng) di dung Banteng
 
Ngopi Bareng
Sumber foto: Akun facebook badarudn
 
Katanya ngopi? Kok yang ada di foto Nge-es?,, Ups,,, salah,,, 
 
Diakui atau tidak, dung banteng adalah tempat paling syahdu untuk menghilangkan jenuh. Selain itu, tempat ini juga sangat strategis,, untuk dijadikan tempat diskusi dan rasan-rasan.
 
Biasanya kami kesini saat istirahat sekolah, dan sekali-kali kami bolos pelajaran hanya untuk ngopi di tempat ini.
 
Harap Tenang Ini Ujian
 
Harap Tenang Ini Ujian
Sumber foto: Akun Facebook Pak Asrofie
 
Ini adalah saat-saat paling menegangkan, dimana kita harus dihadapkan dengan kertas serta pertanyaan-pertanyaan konyol.
 
Namun jangan salah! dari sini kualitas diri kita akan dinilai, bagaimana hasil belajar kita selama satu tahun terakhir, bagus kah? sangat bagus kah? atau terlalu bagus?
 
Jujur saja, saya termasuk dalam golongan “pemalas”, jarang belajar, mau belajar kalau hanya mempet ujian. Itu saja hilang pada saat ujian dimulai.
 
(Prakerin) Praktek Kerja Industri
 
Sumber gambar: Akun Facebook Kang huda
 
PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) adalah kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan didunia usaha atau dunia industri yang sesuai dengan dengan kompetensi (kemampuan) siswa sesuai bidangnya.
 
Foto bersama Pak wahyu selaku pemilik Lp2i Brawijaya
Foto bersama Pak wahyu pemilik Lp2i Brawijaya
 
Kalau kompetisi kami kebetulan dibidang perbongkaran dan perakitan komputer serta pendalaman software komputer. Jadi, praktik kerja lapangan kami berada di toko komputer.
 
“Ya iya lah mas,, masa di pasar kambing.” sahut kasmudi sambil alisnya bergoyang-goyang.
 
Prakerin adalah pucuk dari hasil belajar selain “harap tenang ini ujian”, karena dari prakerin lah hasil belajar selama 3 tahun akan di uji.
 
Dulu, saya sempat bingung mengenai prakerin, akhirnya saya diberi arahan oleh bapak karmuji tercinta prakerin itu begini,,,, begini,,, begini,,,,
 
Lalu saya simpan di memory paling dalam, dan kebetulan saya mendapatkan jatah lokasi yang tidak terlalu jauh dari darissulaimaniyyah yaitu di Lp2i Brawijaya.
 
Saya, masudi, mustangin, azik, badarudin. Disana kami langsung disambut dengan ramah oleh pemilik Lp2i Brawijaya tulungagung (Pak wahyu).
 
Pak wahyu, oragnya baik hati, beliau selalu memberi kami sarapan setiap pagi sebelum kami memulai aktifitas kerja industri.
 
Bahkan, jika kami menolaknya kami akan disuruh push Up 100x
 
Sabar (sarapan bareng) di Lp2i Brawijaya Tulungagung
Sabar (sarapan bareng) di Lp2i Brawijaya Tulungagung
 
Jujur, Kami sangat bersyukur bisa belajar di Lp2i Brawijaya. Banyak sekali pengalaman-pengalaman keren yang telah kita dapat dari Lp2i Brawijaya.
 
Karena disini kita tidak hanya duduk manis sambil main gadget, senyam senyum sendiri seperti bedez tolol.
 
Ada juga pengalaman asyik dan berharga saat kami di Lp2i brawijaya, saat aku masudi, dan badarudin disuruh pak wahyu untuk memperbaiki komputer pelanggan yang ada di pantai asuhan.
 
Ada 4 komputer yang bermasalah. Lalu saya buka cassing CPUnya, dan ternyata permasalahanya hanya sepele, salah satu kabel pada power supplayNya putus karena gigitan tikus kantor.
 
“Ahh,, ini mah gampang mbah,,,,” Kata masudi.
 
“Iya broo,, habis ini kita makan soto.” sahut saya.
 
Sambil memperbaiki CPU aku menyuruh badadurin untuk mengambil Power supplay yang baru di Lp2i Brawijaya.
 
Setelah selesi,, ternyata benar,, kami pun diberi makan siang, tapi bukan soto yang datang, melainkan sayur lodeh khas tulungagung.
 
Yang Sesungguhnya
 
 
Pada priode 2015 lalu, ada 24 siswa dan siswi SMK Daris yang lulus dengan sehat,, tanpa penyakit apapun. Hanya saja, ada satu teman kami yang tidak ikut berfoto wisuda bersama kami.
 
Mohon untuk jangan lihat dari foto wisudanya saja, atau jangan hanya lihat dari jumlah yang diwisuda saja.
 
Tapi kami ingin lebih dari itu, karena ada sebuah proses yang begitu menguras tenaga kami, waktu kami, umur kami.
 
Dan, wisuda kami tidak ada budaya coret menyoret pakaian seperti sekolah umum diluar sana. 
 
Jangankan untuk menyoret di bagian payu dara teman siswi kita, untuk menyenggol bokongnya saja kami tak berani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *