Beranda zona santri Antara Taqlid dan Talfiq

Antara Taqlid dan Talfiq

Taqlid Talfiq

Taqlid adalah mengamalkan atau mengambil sebuah pendapat dari seorang ulama’ tanpa mengetahui dalil dari pendapat tersebut sehingga defenisi ini mengecualikan kasus mengambil selain pendapat, seperti perbuatan dan ketetapan atau mengambil pendapat namun disertai mengertia akan dalilnya.

Sedangkan Talfiq dalam istilah fiqih adalah melakukan sebuah tata cara ibadah ataupun muamalah yang tidak pernah di sampaikan seorang mujtahid.

Maksutnya adalah melakukan taklid, melakukan pencampuran atas beberapa pendapat dalam satu qodhiyah yang terdiri dari juz atau rukun sehingga terwujud satu rangkaian yang tidak pernah di sampaikan oeleh mazhabnya sendiri atau imam mazhab yang ingin di ikutinya.

perlu sahabat ketahui bahwasanya mazhab sebenarnya bukan Cuma hanya yang kita kenali sekarang seperti halnya imam malik, imam hambali, imam abu hanifah, dan imam syafi’I, namun karena empat mazhab inilah yang sampai sekarang ini masih eksis mempertahankan perumusan-perumusan dalam bentuk buku, dengan artian empat mazhab tersebut tidak pernah terputus dari sisi pembukuan dan perumusan dan teori teori penggalian hukum.

Sehingga masih di dapatkan secara utuh bagaimana bahasan-bahasan atau syarat-syarat yang terdapat paa mazhab tersebut meskipun masih selain mazhab tersebut masih bisa dapat di temukan pendapat pendapatnya namun riwat-riwayat tersebut masih belumdapat dipastikan kebenaranya karena tidak melalui jalan mutawatir.

Dalam menggali hukum Al-Qur’an dan As-sunah tidaklah mudah maka tidak di benarkan ketika seseorang belum mencapai taraf seorang mujtahid untuk tidak bertaqlid, diama sekarang banyak orang yang mengatakan taqlid adalah sebuah pengharaman.

Sedangkan Talfiq, ulama’ berbeda pandangan, ada yang memperbolehkan secara mutlaq dan ada juga yang melarang secara mutlaq. Dan sebagian lagi memperbolehkan sebatas tidak sampai menimbulkan serangkai amaliyah yang merusak kesepakatan para ulama’,

Dari pendapat yang terakhir sebagian ulama’ membatasi talfiq hanya diperbolehkan terjadi dalam dua qodliyah, namun mereka sendiri berbeda-beda dalam menafsirkan arti satu qodliyah sebgian memahami satu qodliyah adalah satu rangkaian amaliyah yang meliputi syarat rukun dan perihal yang membatalkan, namun ulama’ lain memahami satu qodliyah hanyalah terkait dengan syarat dan rukun tidak sampai mengaitkan dengan perihal yang membatalkanya.

By: Syaifudin Santri Lirboyo Kediri

Tulis Komentar