Blogger Harus Cerdas!, Copas Boleh Goblok Jangan!

  • Whatsapp
Blogger Harus Cerdas!, Copas Boleh Goblok Jangan!
Pixabay.com

Blogger Harus Cerdas!, Copas Boleh Goblok Jangan! | Saya paham betul bahwa sebagai seorang bloggers copas itu memang nikmat, kita tinggal menyalin teks yang ada di blog tetangga lalu kita publikasikan di blog kita.

Saya juga paham, jika blog dengan rata-rata konten yang ada di dalamnya adalah hasil copas, maka akan berdampak buruk untuk kelangsungan blognya di search egine google.

Bisa jadi, blog dengan konten copas akan di hapus oleh google. Itu sudah pasti!!!

Untuk itu, kita sebagai bloggers copassers harus cerdas dalam melakukan copas.

Jangan asal copas!

Iya kalau yang Anda copas kontennya terima, kalau tidak?

Anda bisa dilaporkan ke google.

Saran dari mas fathnan untuk Anda yang blognya pernah di copas orang, ayo koreksi dulu blog Anda! apakah 1000% konten blog Anda adalah hasil tulisan Anda sendiri?

Atau masih mencari refrensi dari blog lain?

Kalau tidak, mending kalau di copas orang jangan sok-sokAn emosi.

Kita koreksi diri dulu. Kalau memang artikel Anda murni hasil jerih payah Anda sendiri, itu hak Anda.

Dulu, mending saya beli artikel dari teman saya, tentang cerita, cerpen dll. Dan baru-baru ini saja saya malas membuat artikel.

Beberapa artikel wisata yang ada di blog ini adalah hasil copas. Namun, tidak dengan cara goblok.

Ada beberapa teknik copas yang wajib dipahami jika blog Anda tidak ingin di tendang Google.

Apa saja tekniknya?

  • Mengubah susunan paragraf artikel hasil copas.
  • Merubah susunan kalimat sesuai dengan bahasa Anda
  • Koreksi lagi, apakah kata-kata masih banyak yang sama

Dengan 3 poin di atas setidaknya Anda sudah mampu menjadi blogger copas yang cerdas.

Kalau sudah mengubah susunan paragraf artikel hasil copas, sudah merubah susunan kalimat, mengoreksi lagi. Siapa tahu, artikel hasil copas tersebut bisa mendatangkan trafik banyak dari artikel yang Anda rewrite.

Baca Juga: 4 Poin Penting Untuk Menulis Postingan Blog Yang Super Keren

Rewrite atau mencari refrensi itu boleh, tapi jangan sampai Anda tidak paham dengan apa yang Anda bahas!

Contohnya: Saya merewrite salah satu tulisan tentang wisata yang ada di Kebumen Jawa Tengah. Tetapi, saya tidak pernah ke pantai Kebumen. Lalu, saya memberikan informasi yang salah kepada banyak orang.

Contohnya lagi: Saya memberikan informasi rute jalan yang salah.

Tentu saja, akan menyesatkan pengunjung yang tujuanya mencari informasi.

Copas boleh Goblok jangan!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *