Beranda Cerita Cinta Allah Kepada Manusia

Cinta Allah Kepada Manusia

Cinta Allah kepada manusia
By: M Nuchid

Dalam Alquran, banyak sekali kita temukan bagaimana Allah mengungkapkan cinta-Nya kepada manusia. Tentang penciptaan misalnya, Dia menggunakan kata alRaẖmān, yang berarti Maha Pemberi kasih, sebagai mukadimahnya. Al-Rahman Yang mengajarkan Alquran Yang menciptakan insan Yang mengajarkan bayan  (Q.S. Al-Raẖmān: 1-4)

Ayat-ayat di atas adalah ayat-ayat yang sangat romantis. Surah al-Raẖmān ini, juga disebut-sebut sebagai pengantin Alquran.

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah saw., “Setiap sesuatu itu berpengantin. Dan pengantin Alquran adalah surah al-Raẖmān.” Al-Rahman. Zat Yang Maha Pemberi Kasih. Yang cinta kasih-Nya teramat luas.

Yang cinta kasih-Nya beraneka ragam. Cinta kasih-Nya mencakup segala sesuatu. Dia mengasihi orang mukmin.

Dia juga memberi kasih orang kafir. Yang dengan kasih sayang-Nya, Dia mengajarkan Alquran, yakni menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad saw. melalui perantara Jibril as. sebagai petunjuk, dan merupakan ekspresi cinta-Nya kepada orang-orang yang bersedia meraih petunjuk-Nya.

Yang dengan kasih sayang-Nya, Dia menciptakan insan, yakni Adam dan anak turunnya.  “Tetapi mereka terus menerus berselisih pendapat.

Kecuali orang-orang yang diberi kasih sayang oleh Tuhanmu. Dan karena itulah (yakni karena kasih sayang-Nya) Allah menciptakan mereka.” (Q.S. Hūd: 118-119)

Yang dengan kasih sayang-Nya, Dia mengajarkan bayan, yakni pengetahuan. Pengetahuan tentang jalan hidayah dan jalan kesesatan. Pengetahuan tentang kehidupan di dunia dan akhirat. Pengetahuan tentang hukum-hukum syariat.

Karena cinta, sebelum manusia diciptakan, Allah mengabarkan tentang penciptaan itu kepada para malaikat.  Ingatlah saat Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah di muka bumi.

Mereka berkomentar, Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu, dia yang akan membuat kerusakan padanya, dan menumpahkan darah.

Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan menyucikan-Mu.  Tuhan berfirman, Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui. (Q.S. Al-Baqarah: 30)

Saat Iblis berbuat salah, ia langsung diusir dari surga, dan dijanjikan ia bersama anak turunnya akan bertempat tinggal di dalam neraka selama-lamanya. Tapi saat Adam tergelincir pada larangan-Nya, Tuhan hanya mengurung di dunia untuk sementara waktu saja.

Dan kemudian, kepada siapa yang mengindahkan petunjuk-Nya, maka dia akan dikembalikan ke surga. “Keluarlah kalian dari surga! Kemudian jika petunjuk-Ku telah datang, siapa yang mengindahkannya, maka tidak ada ketakutan dan kesedihan yang menimpa mereka.” (Q.S. Al-Baqarah: 38)

Karena cinta, Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang indah. “Allahlah yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal untuk kalian, langit sebagai atap, dan membentuk kalian, lalu membaguskan rupa kalian serta memberi kalian rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Itulah Allah, Tuhanmu. Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S. Ghāfir: 64)

Bahkan dalam ayat yang lain, Alquran menyebutkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang paling baik. “Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” (Q.S. Al-Tīn: 4) Allah memperindah segala sesuatu yang diciptakan-Nya, tapi manusia mendapat yang paling indah di antaranya.

Di antara bentuk cinta Allah kepada manusia adalah bahwa Dia menciptakan apapun yang ada di alam raya ini, semua untuk manusia: “Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengannya berbagai buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian, dan Dia telah menundukkan bahtera untuk kalian supaya kalian dapat berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) sungai-sungai untuk kalian.

Dan Dia telah menundukkan (pula) untuk kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar (pada orbitnya) dan Dia telah menundukkan untuk kalian siang dan malam.” (Q.S. Ibrāhīm: 32-33) Itu pula sebabnya, di antara makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya, manusia adalah yang paling pungkas. Karena semua yang diciptakan-Nya, diperuntukkan pada manusia.

Malaikat diciptakan untuk mengatur kehidupan manusia. Iblis dan setan diciptakan sebagai rintangan kepada manusia agar bisa meninggikan derajat dirinya. Surga dan neraka diciptakan sebagai ganjaran atas perbuatan manusia.

Ayat-ayat di atas, dan ayat-ayat yang senada dengan itu, menunjukkan dengan sangat gamblang bagaimana posisi dan kedudukan manusia di sisi Allah.

Tiada lagi keraguan bahwa Allah telah menempatkan manusia dalam tempat yang sangat mulia. Karena cinta.

Tulis Komentar