Contoh Berita Feature, Bersyukur Dalam Duka, Bersyukur dalam Derita

  • Whatsapp
Kariani

Saat kumandang azan magrib telah tiba di desa tegalbang palang Tuban, seorang wanita janda paruh baya meninggalkan perkebunan jagungnya untuk menuju rumah yang ia tinggali bersama ibunya yang sudah lanjut usia.

Nampak Letih dan sangat kelihatan raut wajahnya dibasahi keringat yang sedikit mengalir dibagian dahinya. Mungkin karena panas yang menyengat tapi tak di gubris oleh wanita separuh baya ini.

Muat Lebih

Kariani (50) Tahun, sudah lama ditinggal mati suaminya, sudah sekitar 40 Tahunan, waktu itu kariani baru melahirkan putra pertamanya lalu ditinggalkan oleh suaminya mati.

Dirumah, kariani memelihara dua ekor sapi, tanpa ada yang membantu, karena anaknya sendiri sudah berkeluarga ia kerap mencari pakan sapinya sendiri.

Dipagi hari hingga sore, ia gunakan untuk bekerja di kebun blimbing di desa sebelah. Setelah itu ia gunakan untuk mencari rumput sebagai pakan ternak sapinya.

Kariani bekerja harian, gajian yang diterima setiap hari kisaran 55- 60 ribu untuk memenuhi kebutuhanya bersama ibunya yang sudah lanjut usia, Semangat kariani tak pernah padam.

Walau gajianya pas-pasan, ia tetap bersyukur masih bisa bekerja rutin sebagi buruh pembungkus blimbing di desa panyuran.

“Walaupun digaji kecil, saya harus tetap bekerja karena kalau tidak masuk kerja, maka kasihan ibu saya nanti mau makan apa,” ungkap Ibu kariani. Menurutnya, tiap hari harus mengeluarkan minimal uang 25 ribu rupiah untuk belanja beras satu liter dan belanja sayuran 20 ribu rupiah. Tapi kalau ditambah dengan memeriksakan ibunya di puskesmas bisa bertambah lagi.

Untuk hewan ternak sapinya ia buat untuk berjaga-jaga, selain itu, buat pekerjaan sampingan. Ia mengaku belum pernah angon sapinya dengan melepaskan langsung di perkebunan, walapun di perkebunan, rumput rumput terbentang luas.

Untuk merawat domba, Karianu juga rajin memandikan sapinya, terkadang menghangatkan badan sapinya dengan arang-arang, dengan harapan dapat tidak dihinggapi penyakit. Menurutnya, sebelum dimandikan, tubuh sapinya terlebih dahulu digosok dengan daun pinang untuk membunuh kuman yang menempel di kulit domba. “Selain itu juga diberi vitamin dan obat mencret.”

Kariani berharap, dalam proses penggemukan domba berjalan lancar dan keuntungan dari penjualan sapi nantinya dapat membantu menutupi kebutuhan keluarga. “Yang penting waras selamet, cukup untuk makan walau hanya dengan lauk tempe,” ucap kariani dengan penuh bersyukur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *