Beranda Feature Wow, Dua Pemuda Tuban Ini Kembangkan Sayur Organik di Malang

Wow, Dua Pemuda Tuban Ini Kembangkan Sayur Organik di Malang

Dua Pemuda Tuban Kembangkan Sayur Organik di Malang
Jasmito, Junaedi - Malang

Dua Pemuda Tuban Sukses Kembangkan Sayur dan Buah Organik di Malang Sebagai Pusat Bisnis dan Edukasi serta Wisata Petik Sayur dan Buah Organik

Gogrin Orgo Organic Farm Ind, salah satu di antara usaha mikro kecil menengah yang sukses di Indonesia, khususnya wilayah Jawa Timur. Bergerak di bidang agrobisnis sektor hulu hilir mampu mengusai pasar bisnis sayur dan buah organik di Jatim, terkhusus Malang.

Beragam sayuran dan buah organik untuk kebutuhan rumah tangga, industri, perusahaan, lengkap ada di sini. Di antaranya berbagai macam sawi, bayam, buncis, kale, kubis, tomat, terong, timun, bawang merah bawang putih, dan masih banyak lagi.

Pembeli bisa datang langsung ke lokasi sembari menikmati suasana alam serta menambah wawasan dengan sharing organik. Bahkan di jaman digital ini, pembeli bisa memesan via online di orgomedia.com, tak butuh waktu lama pesanan akan tiba.

Meski baru berumur tiga tahun, usaha ini kian dikenal masyarakat dan dunia usaha di Indonesia. Kualitas sayur dan buah organik tak membuat pelanggan berpaling, harganya pun masih tergolong murah. Transaksi sayuran dan buah-buahannya setiap hari tak pernah berhenti sedetik pun.

Bahkan Gogrin Orgo Organic Farm Ind kian berkembang dan menjadi barometer serta studi pembelajaran tentang hasil pertanian organik. Puluhan kampus ternama, lembaga pendidikan di Jawa Timur menjadikan Gogrin Orgo Organic Farm sebagai perpustakaan untuk menggali ilmu tentang dunia organik.

Para mahasiswa kerab berkunjung di lahan sayur dan buah organik ini. Karena “elektabilitas” usaha ini diperhitungkan, tentu acap kali sebagai tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) juga salah satu tempat studi/pelatihan mahasiswa yang sedang menempuh Kuliah Kerja Nyata.

Seperti Kampus Universitas Brawijaya (UB), Universitas Widya Karya, Institut Pertanian Bogor (IPB) di Malang, Dinas Pertanian Malang, Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

So, seperti yang dikatakan pepatah menyelam sambil minum air. Artinya Gogrin Orgo Organic Farm Ind yang berlokasi di Desa Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang Jawa Timur ini tak hanya menjadi centra jual beli sayur buah saja. Tentu memberikan pelayanan sebagai pusat studi dan wisata alam petik sayur dan buah organik.

Datang berwisata alam sayur dan buah organik, bisa memetik langsung dan membeli di tempat, serta bisa menimba ilmu dengan ahlinya ahli organik. Jadi, tak perlu ragu dan bimbang lagi segera reservasi ke Gogrin Orgo Organic Farm Ind di Kabupaten Malang.

Produk Orgomedia
Produk Orgomedia.com

Cukup mudah menjangkau lokasi Gogrin Orgo Organic Farm. Tempatnya dari Alun-alun kota Malang ke arah timur hanya berjarak 6,2 km.

Kesuksesan usaha sayur dan buah organik Gogrin Orgo Organic Farm Ind tak lepas dari tangan dingin dua pemuda visioner Jasmito dan Junaedi. Kedua pemuda asli Tuban Jawa Timur ini dikenal sebagai head coach-nya sayur dan buah organik. Ilmu yang dimiliki serta pengalaman seabrek membuatnya mahir memroduksi sayur dan buah organik serta memasarkannya. Ribuan konsumen telah menjadi pelanggannya. Mulai toko modern, pasar, resellering, rumah tangga, industri dan lainya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Priyono, Mahasiswa Beromzet Puluhan Juta dari Bisnis Online

Jasmito, pemuda kelahiran Desa Penambangan Kecamatan Semanding Tuban Jawa Timur betugas sebagai manager pemasaran. Alumnus sarjana Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah, memiliki jaringan cukup luas di dunia bisnis sayur dan buah organik serta bisnis lainnya.

Kemahirannya dalam berkomunikasi membuat penawaran mahasiswa Pasca Sarjana (S2) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang ini berhasil memikat pelanggan dan mitra. “Awalnya, saya hanya ikut teman selama satu tahun, kemudian memasarkan dengan inovasi-inovasi,” cerita dia sembari flash back awal meniri karir.

Low profil, sederhana dan jujur serta disiplin membuat alumnus SMAN 1 Tuban lancar dalam bisnisnya ini. ‘’Saya memasarkan produk melalui minimarket. Namun kebanyakan di reseller pribadi sama rumah tangga,” kata Jasmito. “Saya hanya bisa yakin sama yang maha kuasa, Kang. Menebar jala sebanyak-banyaknya, memanfaatkan semua media marketing, menawarkan ke catering sehat, kafe, ke teman-teman untuk direseller, dropshipper, dan toko-toko kecil. Entah mana yang akan mendapatkan hasil memuaskan. Alhamdulillah, sampai saat ini ada saja whatsapp yang masuk.” Tambah Jasmito.

Kecanggihan smarthphone dan dunia maya dimanfaatkan dengan baik oleh pemuda milenial ini. “Digital marketing (website) sebagai salah satu jurus jitu untuk memasarkan produknya,” tegasnya. Hasilnya, setiap hari ada pemesan berdatangan atau memesan untuk wisata dan pelatihan tentang sayur dan buah organik ini.

Sementara, Junaedi, pemuda kelahiran Desa Telogowaru Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban Jawa Timur menjadi spesialis produksi sayur dan buah organik. Bermodal doa orang tua dan kegigihannya, tokoh muda inspiratif ini menyulap lahan kecilnya seukuran 300 meter menjadi lahan produktif.

Puluhan macam sayur dan buah diproduksi. Bibit yang dipesan dari online ditanam di lahannya secara perlahan-lahan. Lambat laun usahanya berjalan maksimal. Kini pemuda lajang ini mengembangkan dengan menyewa lahan seluas 600 meter persegi di daerah setempat.

Dia mengaku tak sendiri dalam memroduksi sayur dan buah organik. Pemuda dan masyarakat sekitar digandeng saat pesanan melimpah. Menurutnya ini sebagai bentuk pemanfaatan tenaga kerja lokal demi meningkatkan perekoniam masyarakat.

Namun, ungkap alumnus SMPN 2 Merakurak ini, keberhasilan ini semudah membaliknya kedua tangan, namun butuh perjuangan. Pahit dan getirnya membangun usaha telah dijalani dan sebagai pengamalaman untuk terus berinovasi di dunia bisnis sayur dan buah organik.

Kreatifitas dan semangat tinggi menjadikan modal utama Junaedi hingga menjadi sukses. Keberhasilannya tak membuat dirinya jemawa. Dirinya pun tak hanya fokus bisnis jual beli sayur dan buah organik saja, namun ilmu yang dimilikinya ditelurkan kepada siapapun. Sehingga rumah organik yang dimiliki tak hanya menjadi kiblat-nya bisnis. Akan tetapi sebagai centre education (pusat pembelajaran, pelatihan) sayur dan buah organik serta wisata alam petik sayur dan buah.

Menurut Junaedi, bertani organik lebih nyaman. Petani organik memiliki sisi unik. “Petani organik harus memiliki kreativitas lebih daripada petani konvensional. Misalnya, dalam budidayanya sampai perawatannya yang hanya mengandalkan sumber-sumber energi yang ada di lingkungan sekitar. Kita juga bisa sedikit membantu mereka yang membutuhkan hasil sayuran yang sehat. Setidaknya, kita bisa menjaga alam untuk generasi selanjutnya.” tuturnya.

Kini, dia ingin mengembangkan sayur impiannya. Seperti kale nero, rusian, curly, Brazilian, timun kiyuri Jepang, Horinzo Bayam Jepang, seleda romen dan lainnya.

Saat ini mereka mempunyai impian besar memiliki minimarket sendiri untuk berjualan sayur dan buah organik serta sejenisnya. Dan kebun organiknya ingin disulap menjadi sistem pertanian terpadu antara perternakan, pertanian, perikanan menyatu dalam satu kompleks. “Jadi, konsep zero waste akan berlaku dalam model terpadu itu. Kemudian bisa jadi wisata edukasi,” pungkas Jasmito.

4 KOMENTAR

  1. sudah tidak diragukan hobi yang menjadi rutinitas yang memberikan nilai pasti, patut ditiru semangat dan kreatifnya untuk masing-masing bidang yang kita miliki.

Tulis Komentar