Gerimis Melanda di Malam Minggu

  • Whatsapp
Kasmudi

Malam minggu dalam penilaian sebagian orang mungkin sama. Namun, bagi kasmudi tidaklah sama, meski satu hari ada 24 jam. Baginya, waktu kadang berubah begitu cepat layaknya orang-orang yang lagi naik odong-odong. Baru bayar, ehh,,, sudah nyampe dah.

Terkadang juga bisa molor seperti rutinan para jama’ah tahlilan atau jama’ah pengajian yang dijawdwalkan tepat waktu tapi ngaret sampai panjang kaya kolor si bapak-bapak yang lagi di tarik-tarik sama bininya karena tagihan listrik yang belum di bayar tiga bulan wakwakwak,,.

Muat Lebih

Di tahun ini, malam minggu bagi kasmudi rasanya tak karuan. Maklum lah,, Jones :v.

Kalau dilihat dari jajaran kamus pinggiran yang belum diterbitkan bisa berarti (Joko Ngenez). Yaitu dua kata yang memiliki kepemahaman bahwa kasmudi kurang piknik, hidupnya kaya angka satu. Glimbang-glimbung kaya semangka.

Gerimis yang tak permisi di malam minggu ini semakin membuatnya tidak menentu antara harus terjun lewat jendela, atau gigit jari dipojokan kamar.

Faktor jomblonya menempati urutan pertama dari alasan “ngenesnya”. Dan satu-satunya hp yang ia miliki juga menambah deretan kegalauanya, karena ikut berendam bersama kolor celana yang akan dicuci besok.

Padahal, satu hari kemarin, ia dapat nomor tilpon yang tercatat di pojok uang seribuan yang tertulis nama gadis.

Kasmudi sangat menginginkan untuk bisa chattingan dengan gadis tersebut. Sayangnya, kesempatanya gagal.

Apalah kata, hidup kadang tidak sesuai dengan impian. Namun, kasmudi punya komitmen “bahwa setelah hujan reda, akan muncul kodok-kodok yang akan menemani malam minggunya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *