Beranda Curhat Jadi Guru Tidaklah Mudah, Karena itu Hargailah Gurumu

Jadi Guru Tidaklah Mudah, Karena itu Hargailah Gurumu

Jadi Guru Tidaklah Mudah
oktymiaa_97

Assalamualaikum, wr. wb

Tepat di hari Guru ini saya ingin berbagi pengalaman sewaktu mengajar dan mengabdikan diri menjadi seorang Guru.

Saya juga ingin mengucapkan “selamat hari Guru untuk Bapak dan Ibu Guru saya dari awal saya sekolah SD, SMP sampai SMK.

Teruntuk Bapak atau Ibu Guru di SDN 2 Kebasen, teruntuk Bapak atau Ibu Guru di SMPN 1 Kebasen, teruntuk Bapak atau Ibu Guru di SMKN Kebasen, yang saya sayangi dan saya banggakan semua.

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada team dari PT Guruloka Education Technology yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengajar di beberapa Sekolah SMP yang ada di jakarta.

Atas kesempatan yang berharga inilah saya jadi paham arti pentingnya sebuah perjuangan dan ketulusan hati dari seorang guru.

Awalnya pada tahun 2018, tepatnya di hari Rabu, 10 Januari 2018 , saya mencoba melamar untuk menjadi Guru Freelance di Guruloka.

Di hari yang sama pula, saya langsung diberikan kesempatan untuk mengajar di salah satu sekolah favorit Jakarta yaitu Sekolah Bunda Mulia Petojo, Gambir, Jakarta Pusat.

Saya dipercayakan mampu memberikan materi mengenai pelatihan UNBK untuk SMP kelas 9 selama 3 bulan sampai seminggu sebelum pelaksanaan UNBK dan mendapat tugas mengajar di kelas favorit yang katanya anak-anaknya itu pintar-pintar.

Saya  mendapatkan bagian mengajar mata pelajaran yang cukup sulit yaitu matematika, tetapi itu sesuai passion saya sebenarnya.

Hari demi hari dilewati, berbagai rasa saya alami, dari hari pertama sampai hari terakhir saya mengajar banyak kisah dan pengalaman haru.

Seperti di hari pertama yang membuat saya tegang, jantung berdegup kencang karena This is the first time for me to be a teacher, apa aku bisa untuk melakukannya? memberikan konstribusi terhadap diri saya  sendiri dengan membagikan ilmu yang saya miliki??,, .

Hari pertama mengajar
Hari pertama mengajar

Saya memang mudah memahami diri sendiri dan selalu menyukai apa yang diajarkan oleh Guru saya semasa sekolah dulu. Tetapi, ketika posisi itu dirubah, sayalah yang memberikan materi dan membagikannya ke siswa-siswa saya merasa tidak mampu.

Begitu hebatnya Guru-guru kita yang mampu sabar dalam memberikan ilmunya, memberikan penjelasan ketika apa yang kita pelajari di buku materi ternyata susah untuk kita pahami, mampu menjadi panutan kita, menegur dan memberikan contoh yang baik, dan selalu tegas dalam jika yang dilakukan siswanya itu salah.

Dan perlu kalian ketahui, sebenarnya menjadi Guru adalah cita-cita saya sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Tetapi, seiring berjalannya waktu saya tidak konsisten dengan impian itu.

Ternyata memang benar, untuk memahami dan menyampaikan ilmu itu tidak semudah yang kita lihat, seringkali saya dibuat kesal oleh anak murid karena dia tidak mengikuti kegiatan belajar dengan baik, masih saja suka bercanda, bermain gadget, asyik mengobrol sendiri, ada juga yang memperhatikan dengan baik. Akan tetapi, perlu penjelasan dan pemahaman berulang kali untuk memahami materi yang saya sampaikan di depan kelas dan banyak hal lain yang saya temui.

Hari kedua, ketiga, dan seterusnya saya mulai belajar untuk mencari dan menemukan metode pembelajaran yang lebih baik mengasyikan supaya tidak monoton dan materi akan mudah diterima oleh para siswa.

Dari sinilah saya mulai memetik pelajaran berharga yaitu “Amalan paling hebat bagi seorang Guru adalah MENDIDIK, dan Rekreasi yang paling indah adalah MENGAJAR, ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju Surga.

Selang 3 bulan berlalu, akhirnya saya mendapatkan kabar gembira bahwa siswa-siswa dari Sekolah Bunda Mulia Petojo ini mendapatkan rata-rata nilai UN Matematika bagus dan mendapatkan peringkat tingkat Provinsi.

Yang sesungguhnya
Yang sesungguhnya

Hati saya tergetar dan  yang membuat saya bersyukur itu adalah nikmat yang luar biasa karena saya telah diberikan kesempatan untuk mengajari mereka, mengabdikan diri untuk pendidikan Bangsa ini. Ternyata benar Guru itu adalah Pahlawan Tanpa tanda Jasa, begitu banyak pengorbanan baik waktu, tenaga, ilmu dan yang lainnya dia berikan untuk kita yang awalnya sangatlah kosong akan ilmu pengetahuan dan akhirnya selepas belajar dan lulus kita kaya akan ilmu untuk bekal masa depan kita.

Kebahagiaan kita sebagai Guru adalah menyadari bahwa murid kita adalah butiran tasbih pengabdian kepada-Nya. Alangkah bahagianya setiap kali mendengar anak didiknya sudah sukses dengan karir nya masing-masing ada yang menjadi Pengusaha, Pilot, PNS, DLL.

Pesan saya:

Sayangi Gurumu, Doakan gurumu dan ucapkan terimakasih karena mereka, Jadilah kita yang seperti sekarang.

Happy Teacher Day, 25 November 2019.

Tulis Komentar