Home Curhat Jalan Santai, dan Cerita Pagi Ini

Jalan Santai, dan Cerita Pagi Ini

Jalan Santai, dan Cerita Pagi Ini
Doc. pribadi

Jalan santai, dan cerita pagi ini | Pagi ini sangat berbeda dengan pagi-pagi kemarin, karena pagi ini aku bangun sangat pagi. Aku bangun jam 6 pagi, dan menurut saya ini sudah terlalu pagi.

Setelah bangun, aku mencuci muka. Aku tidak mandi ataupun gosok gigi. Setelah cuci muka, aku berangkat menuju kantor Kecamatan Brondong untuk mengikuti kegiatan jalan santai.

Biasanya, kalau ada acara seperti ini saya tidak pernah ikut, jangankan mau ikut. Melihatnya saja tidak.

Dulu saya sangat suka dengan olahraga, bahkan ketika saya masih SD, saya adalah salah satu murid paling andalan saat ada lomba lari maraton maupun lari 100 meter antar sekolahan.

Tetapi, sekarang saya tidak tertarik. Tubuh saya memang kerempeng, kata pacar saya juga iya. Tetapi, saya orang yang paling kuat untuk masalah hati.

Meskipun saya tidak suka olahraga, kali ini saya tetap mengikuti jalan sehat di kecamatan Brondong Lamongan. Saya berangkat dari basecamp KKN jam 06.00 lebih sedikit, dan sampai di kantor Kecamatan Brondong kurang lebih jam 07.00 WIB.

Disana, saya dan teman saya Habib plonga-plongo karena belum ada satu pun peserta KKN yang hadir. Saya berangkat terlalu pagi ternyata.

Baca Juga: Menjelang KKN, Mari Bermalas-Malasan

Tidak masalah, kami menunggu sampai yang lainya hadir sembari melihat anak-anak sekolah bermain asyik. Saya sangat suka melihat anak-anak yang sedang bermain asyik.

Karena ketika saya melihat mereka, memori yang telah lama terpendam jadi bangkit kembali setelah melihat mereka. Anak kecil, ia tidak mengenal rasa malu, tentu saja yang mereka pikirkan hanyalah kesenangan.

Di pagi ini, aku sangat bersyukur. Aku juga melihat salah satu anak yang memiliki kelainan fisik. Tetapi, ia tetap semangat dan berjalan jauh meskipun fisiknya berbeda dengan yang lain. Aku melihatnya sendiri.

Melihat hal tersebut, hati saya merasa di iris-iris, di jotossi. Terkadang saya masih lupa bersyukur akan kenikmatan Tuhan yang telah diberikan kepada saya.

Saya bisa melihat dengan jelas, mana yang cantik dan mana yang enggak, saya juga punya otak yang sempurna untuk menjaga cocot saya agar tidak menyakiti orang lain, meskipun terkadang khilaf.

Ya Tuhan, maafkan aku yang sering lupa daripada ingatnya.

Tulis Komentar