Beranda Tulisan Lepas Kebersamaan Tak Perlu Berseragam

Kebersamaan Tak Perlu Berseragam

Kebersamaan

Kebersamaan memanglah sangat penting. Namun, jarang orang yang mementingkan kebersamaan. Sebab, kepentingan perut sendiri masih perlu diperhatikan. Akibatnya, toleransi antar makhluk manusiapun juga jarang direalisasikan sebagai amalan bebuyut yang tidak boleh dilepaskan.

Manusia sendiri tercipta dan dikodratkan sebagai makhluk monopluralisme. Dalam artian, bisa individu dan bisa bersatu atau bersama.

Tapi, dari jarangnya kesadaran akan kebersamaan dan keselarasan mengakibatkan lepas dari cangkang asli mereka. Dan memilih jalan perbedaan yang menhruskan membeda-bedakan sebagai jalan hidup mereka.

Sebagai contoh dari minimnya kesadaran akan kebersamaan adalah munculnya ormas-ormas yang enggan bertanggung jawab.

Mereka mengatakan yang tidak sama tidak dicinta, yang tidak sama harus dituntut sama. Itu semua, adalah bentuk sekat-sekat pemisah yang seharusnya tidak ada dalam akal sehat manusia.

Apalagi dengan soal dukung mendukug, lebig parah lagi. banyak kejadian yang dukung A melecehkan dan merendahkan dukungan B.

Dan pendukung B-pun tidak terima dengan ulah pendukung A. Akhirnya mereka juga membalas merendahkan dan melecehkan dukungan dari yang A.

Kejadian seperti itu adalah bentuk sekat-sekat pemisah yang tidak sadar kita sendiri juga sering melakukan. Dibawah alam sadar pentingnya kebersamaan, seseorang merasa diunggulkan dengan mendukung memimih yang ini, yang itu, dan yang-yang lainya. Padahal dalam kenyataannya tidak.
Lalu, kalau sudah sedeikian rupa terjadi. bertemu antar supporter saja enggan menyapa. Bahkan tawuran sebagai jalan penentu siapa yang lebih “wah” siapa yang menang, dan siapa yang lebih “oke”.

Himbauanya hal-hal yang sedemikian rupa sejujurnya tidak diinginkan untuk terjadi. Namun, sampai hari ini masih banyak diluar sana yang tetap melestarikan perbedaan adalah ruang untuk membeda-bedakan. Dan seragam adalah ruang untuk kebersamaan.

Jika, dimaknai lebih dalam lagi. sejujurnya tidak perlu berseragam untuk sebuah kebersamaan pula tak perlu membeda-bedakan jika ada keberagaman. Apalagi hidup di Indonesai ini, yang katanya persatuan dan kesatuan adalah benteng yang kokoh di Nusantara.

Beragam makhluknya, beragam budayanya, dan beragam pilihanya. Tapi, hanya satu semboyan yang tetap hidup yaitu “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Dari situ tercermin, bahwa kebersamaan tidak harus berseragam. Kita bebas mau memakai seragam apa, tetapi tetap selalu menyunggi tinggi kebersamaan. Sebagai jalan untuk tujuan yang sama. Jadi, apapun seragamnya, tetaplah satu tujuannya.

Siapapun dan apapun pilihannya, tetap saja tujuannya sama. Maka dari itu tidak perlu berseragam untuk bersama. Tidak perlu membedakan perbedaan untuk suatu tujuan yang sama.[]

Tulis Komentar