Beranda Bisnis Online Kisah Inspiratif Priyono, Mahasiswa Beromzet Puluhan Juta dari Bisnis Online

Kisah Inspiratif Priyono, Mahasiswa Beromzet Puluhan Juta dari Bisnis Online

Kisah Inspiratif Priyono, Mahasiswa Beromzet Puluhan Juta dari Bisnis Online
Dok. Al

Modalnya Rp 2 Juta dari Uang Tabungan

Mahasiswa Beromzet Puluhan Juta dari Bisnis Online – Usia muda, bisnis sukses, dan banyak duit. Siapa yang tidak memimpikan itu? Raihan itulah yang berhasil digapai Ahmad Priyono yang meraup omzet puluhan juta rupiah per bulan dari bisnis online-nya pada usia yang masih sangat belia, 24 tahun.

PENAMPILANNYA bersahaja. Nyaris tak beda dengan mahasiswa pada umumnya. Kesuksesannya sebagai pengusaha online nyaris tak terlihat pada pribadi yang dikenal ramah dan murah senyum itu.

Begitulah sosok Priyono, panggilan akrab Ahmad Priyono. Jumat (15/11), wartawan koran ini ditemui di Sedu Kafe, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang setelah janjian melalui telepon. ”Sampeyan tahu saya dari mana,” kata dia mengawali obrolan gayeng di tepi pantai itu.

Mahasiswa semester lima prodi ilmu komunikasi Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban itu mulai merintis bisnis online menggunakan aplikasi marketplace sejak 2016 atau tiga tahun lalu.

Dia termotivasi untuk memiliki sumber penghasilan sendiri karena ingin meringankan beban kedua orang tuanya.

Sebenarnya, pemuda kelahiran Rembang, 20 September 1995 tersebut lahir dari keluarga yang tergolong cukup mampu. Kedua orang tuanya pun tidak menuntutnya mandiri lebih awal. Hanya, Priyono yang berobsesi mampu mandiri pada usia yang masih muda, 24 tahun.

Dikatakan dia, dirinya tidak mungkin selamanya bergantung kepada orang tuanya. Terlebih, untuk biaya kuliah. ”Sejak dulu, saya ingin jadi pelaku usaha,” tegas dia. Ketika melihat banyak orang yang suka berbelanja online, insting bisnisnya langsung jalan.

Mulanya, pemuda lulusan SMA Islam Al Kamal Rembang tersebut iseng-iseng jualan online. Modalnya hanya Rp 2 juta. Uang tersebut didapat dari tabungannya sendiri.

Dana itulah yang dipakai membuka lapak di salah satu marketplace. Barang yang dijual aksesori ponsel. ”Saya memilih aksesori ponsel karena melihat kebutuhan pasar saat ini. Apalagi, peminatnya lumayan banyak,” tutur dia sambil menyeruput juice apokat.

Empat tahun pertama menggeluti bisnis startup, Priyono dihadapkan pada berbagai problem. Mulai barang rusak sewaktu dikirim, hilang, hingga tak sampai tujuan. Begitu juga persaingan dengan para suplier.

Bagi pemuda berkulit sawo matang itu, komplain adalah hal biasa dan bagian dari konsekwensi pengiriman paket barang yang dipesan.

Namun, tidak untuk persaingan dengan suplier. Untuk problem terakhir itu, dia sempat down. Pemicunya, suplier berani menjual aksesori lebih murah. ”Saya tidak kehabisan akal. Intinya tetap inovatif,” kata Priyono.

Meski sekarang ini banyak penjual aksesori ponsel, sulung dari tiga bersaudara itu tetap optimistis.

Kemampuannya mempertahankan bisnis tersebut karena teori manajemen yang didapat selama menjadi pelaku usaha. Alhasil, dia tetap konsisten dengan usaha yang dijalani.

Seiring berjalannya waktu, bisnis mahasiswa itu kian survive.
Kini, hasil lapak aplikasi marketplace yang dijalani berhasil meraup omzet Rp 60 juta per bulan. Menjelang puasa Ramadan, omzetnya berlipat hingga mencapai 100 juta.

Berapa keuntungan yang didapat? Dia tak enggan menyebut karena bagian dari rahasia dapur usahanya. ”Alhamdulillah bisa buat bayar kos dan biaya kuliah sekaligus membantu sedikit keuangan keluarga,” kata dia.

Selain bisnis online, Priyo juga memiliki usaha barbershop di Kragan, Rembang. ”sudah hampir lima bulan, mendirikan barbershop.

Baca Juga: Risma Mega Mustika Dwi Milenia, Tertarik Bidang Kesehatan

Mumpung ada peluang, ya tak ambil. Di sana saya pakai jasa orang lain,” ujar Priyono yang mengaku bisnis barunya itu baru memiliki omzet Rp 2-3 juta per bulan.

Karena keuletannya berbisnis dan kemampuannya membaca peluang usaha, Priyono dipercaya sebagai ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan di almamaternya, Unirow.

Kepada generasi muda, dia menebarkan virus positif untuk mengembangkan diri sejak dini. Dikatakan Priyono, tidak ada sukses yang instan. Semua butuh proses. Jadi, tetap menikmati dan telaten dalam menjalani segala usaha mulai dari awal.

Bagi generasi muda yang ingin punya usaha, Priyono memberikan tips khusus. ”Jangan membayangkan yang terlalu tinggi. Cukup berawal dari yang kecil, tekuni, dan nikmati. Nanti hasilnya akan lebih baik. Terus coba, jangan takut gagal,” kata dia membuka tips tersebut. Artikel terbit di Radar Tuban cet, 28 November 2019.(Al/ds)

Tulis Komentar