KKN Itu, Jangan Sering Mengeluh dan Bawa Happy Aja

KKN Itu, Jangan Sering Mengeluh dan Bawa Happy Aja

KKN Itu, Jangan Sering Mengeluh dan Bawa Happy Aja | Saya teringat ketika pembekalan kkn, saya berharap saya akan mendapatkan kelompok yang aktif, pokoknya di dalam kelompok ada orang yang aktif, cerdas, dan berpotensi banyak untuk kelompok saya nantinya. Biar apa? tentu saja biar kelompok saya nantinya menjadi kelompok nomor satu dari kelompok-kelompok yang lain.

Alhamdulillah, ternyata saya benar-benar di kumpulkan dengan orang-orang yang unik dan cerdas, menyenangkan, juga di tempatkan dalam suasana yang hangat.

Read More

Dari sini akhirnya saya menjadi paham kenapa kkn dilaksanakan menjelang smester tujuh atau di atasnya. Mungkin saja, biar wajah-wajah lesu kita selama menempuh perkuliahan di kampus bisa kembali menjadi berseri-seri.

Awal pertemuan saya dengan kelompok atau tim kkn.

Awal pertemuan saya dengan kelompok kkn juga berjalan dengan mulus, saya juga sudah mengenal beberapa orang yang menjadi kelompok saya.

Hanya saja, ada dua orang yang belum saya kenal. Tetapi, itu tidak berlangsung lama, karena saya memiliki bintang gemininya bulan juni.

Pembekalan kkn dilaksanakan selama dua hari, saya tidak pulang ke Tuban karena perjalanan dari Tuban ke kampus memakan waktu satu jam, bisa lebih. Dan itu sangat melelahkan.

Singkat saja, sesampai di posko kkn. Saya langsung bermalas-malasan sambil membayangkan kapan kkn ini berakhir. Tetapi, hal tersebut tidak berjalan lama karena kebetulan saya memiliki teman se-kamar yang selalu mengajak salat subuh bareng, walaupun saya kadang bangun kadang nggak.

Tetapi, Pak Ansori selalu sabar, tidak gampang marah, orangnya sangat baik, sopan, ganteng, manis, ahli puasa, gila saya baru pertama kali melihat manusia seperti itu.

Saya juga sering curhat mengenai permasalahan-permasalahan kecil dalam hidup saya, yang saya selalu ingat, ia hanya tersenyum manis seperti orang gila ketika saya bercerita. Pokoknya, saya hampir bahagia setiap hari selama kkn.

Ada hal seru lagi ketika saya berantem lewat group Whatsapp dengan DPL. Entahlah, teman-teman menganggap saya itu apa, manusia atau nggak sih? yang pasti, itu semua diluar kepala.

Saya sangat bersyukur karena di kampus saya masih berlaku yang namanya kkn. Karena tidak semua kampus yang namanya kkn itu di wajibkan.

Baca Juga: Lamaran dan Pernikahan Bukanlah Pembuktian Cinta

Saya bersyukur karena kkn saya mendapatkan banyak sekali pengalaman, termasuk cara mengatasi permasalahan, tidak gampang ngambekan, bisa mengerti dunia anak-anak kecil ketika di sekolah, mengutamakan kesepakatan bersama dan masih banyak lagi.

anak-anak pas kkn
@fathnan.id_

Ada hal yang sangat sulit aku tinggalkan dan lupakan, yakni ketika saya mengetahui ada salah satu anak kelas dua Mi yang masih belum bisa membaca, akhirnya saya menawarkan kepada anak tersebut untuk saya berikan les privat setelah salat maghrib. Dan ternyata dia mau.

Les tersebut berjalan kurang lebih tiga minggu selama saya kkn. Bisa mengajar anak-anak seusia itu sangatlah menyenangkan, mengesankan, apalagi jika melihat mereka begujakan, karena saya tidak pernah mengajar sebelumnya.

Banyak pengalaman asyik ketika saya kkn. Untuk itu, jangan sia-siakan waktumu saat kkn.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *