Home Curhat Antara Kopi Dan Silaturrahmi

Antara Kopi Dan Silaturrahmi

kopi dan silaturahmi

Soal kopi, siapa yang tidak kenal dengan minuman  melengenda sekaligus menduni ini. Minuman yang berbahan pokok bubuk kopi ini memang banyak yang menyukai. Rasa pahit-pahit manis selalu membuat penikmatnya ingin lagi dan lagi. Dan kopi sendiri juga kental dan selalu berperan dalam masalah persahabatan dan tali temali silaturrahmi persaudaraan.

Tentu kita tahu, manusaia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia satu sama lainnya. Dari sebab itulah dalam ilmu IPS menyebutnya dengan salah satu faktokr adanya interaksi. Selain itu, memang hidup berdampingan dan mengukuhkan tali persaudaraan sesama makhluk itu memang perlu.

Tingkat kesadaran manusia akan pentingnya hidup bersama juga faktor terealisasinya kehidupan yang damai tamai. Akan tetapi, di Indonesia tingkat kesadaran akan persatuan sangatlah minim. Hal tersebut dapat kita terawang dengan beberapa pelanggaaran HAM yang terjadi belakangan ini.

Memang, sikap sekaligus pola pikir kekanak-kanakan mempengaruhi dalam populasi kehidupan yang aman nun damai. Belum usai-usai kasus pengkafir-kafiran, cakar-cakaran, jegal-menjegal, demi memenuhi perut dan kepuasan masing-masing. Atau yang dapat kita rasionalkan memenuhi hasrat dan egoisme.

Dalam hidup bersama, seyogyanya melupas dan keluar dari cangkang Egois. Sangat berbahaya jika kita tidak berusaha keluar darinya. Selain itu, jubah-jubah yang membuat hidup gegabah, congkak, dan pongah juga harus dilepaskan. Derajat manusia itu sejujurnya sama.

Akan tetapi, ada perilaku hormat-menghormatilah sebagai pertimbangan akhlaq yang luhur,  yang membuat orang satu dengan yang lainya berbeda. Namun dalam seg merek semata. Mesipun, begitu satu sama lainya tetap membutuhkan. Pemimpin butuh pengikut, presiden butuh rakyat dan lain-lainya.

Jika tidak, maka juga jangan mimpi rasa enaknya damai tergapai. Ibarat bubuk kopi tanpa gula juga pahit. Bubuk kopi dan gula tanpa adanya air mana bisa disebut kopi? Bubuk kopi, gula, air hangat sudah ada, tetapi tanpa adanya wadah yang menampung semua, mana bisa ketiga bahan tersebut bercampur. Setelah mereka semua ada, tanpa adanya alat untuk mengaduk maka juga belum lengkap dan belum sempurna.

Jadi, jangan menganggap kalau kopi hanya bubuk kopi saja. Kopi juga ada gulanya, airnya, gelas, dan alat untuk mengaduk. Juga jangan beranggapan kalau manusia bisa berdiri sendiri tanpa adanya tetangga, sanak, saudara, kerabat, dan semuaanya.

Mari hidup damai, aman, nyaman, tentram. Perbedaan bukan pembeda. Perbedaan justru bahan terciptanya suatu tujuan. Tidak mungkin rasa bubuk kopi dan gula sama. Akan tetapi setelah mereka bersama rasanya juga enak. Tidak mungkin perbedaan memiliki kesamaan. Akan tetapi jika perbedaan bersama maka akan menciptakan suatu hal yang luar biasa.[]

Tulis Komentar