Kisah Santri, Pendiri Komunitas Blogger Jakarta

Nikah Modal Apa….? Itulah yang tersirat dalam benak hati Halfi Candra Birawa, seorang santri sekaligus blogger muda milenial. Finansial gede harus disiapkan untuk bisa meminang sang pujaan hati. So swit, untuk membahagiakan wanita sholihah yang diidamkan menuju pelaminan nanti. Terlebih dengan adat istiadat yang melekat dan wajib dilakukan membutuhkan operasional gede dan tak cukup hanya bantuan sosial (bansos) dari sanak family.

Demi mewujudkan cita-citanya melamar perempuan idaman, Halfi berdoa dan bekerja keras. Melalui dunia blog, Halfi mampu mengembangkan dengan maksimal. Evaluasi besar-besaran dilakukan agar domain (panduanmenulis.com) yang dikelola selalu banyak dikenal orang.

Kerja keras tersebut berbuah. Setumpuk order selalu menghampirinya setiap hari. Mulai dari artikel 3000’an, backlink, artikel SEO, artikel pilar, sampai jasa pembuatan blue print website. Alhamdulillah, berkat ihktiar, doa dan doa orang tuanya, kesibukan mengelola domain kian padat hingga rekeningnya gendut hasil order.

Kelancaran usaha dengan rezeki melimpah dan berkah bisa menutup kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, untuk modal membelikan cincin tunangan sang kekasih. Saking bersyukurnya, cincin tunangannya dilabeli nama domain spesialnya.

Ini sebagai wujud ingin mengabadikan seluruh perjalanan rumah tangga-nya di blog itu, baik suka maupun duka. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas semua ini. Jadi saya sudah membuktikan sendiri bahwa menjadi blogger itu sangat membanggakan, sangat bisa untuk menghidupi diri sendiri, bahkan mengajak dia ke KUA,’’ tuturnya.

Ya, profesi sebagai blogger di-era digital sekarang menjadi magnet bagi generasi milenial. Popularitas diri dengan penghasilan dan keberkahan rezeki membuat para generasi now mencari peruntungan di dunia blogging itu.

Seperti yang ditekuni Halfi Candra Birawa. Alumni santri Pondok Pesantren Raudlatul Ilmiyah Kertosono Nganjuk ini cukup sukses sebagai blogger. Meski baru 10 tahun menggelutinya, ribuan orang mengunjungi situs websitenya di (panduanmenulis.coom).

Baca Juga: Youtuber Maluku Lestarikan Bahasa Jawa di Desanya

Beragam artikel mendidik, inspiratif, hingga segala pengetahuan disajikan. Begitu juga jasa backlink berkulitas pasak bumi. So, tak akan defisit ketika mengunjungi blog milik santri ini.

Berbekal semangat kreatifitas dan mempunyai keahlian di bidang menulis, pemuda asal Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri itu mulai menekuni sejak 2010 saat masih nyantri.

Di sela-sela menimba ilmu agama dan umum di Pondok Pesantren, pemuda kelahiran 24 tahun silam ini nekad belajar ngeblog. Waktu istirahat dan longgar di pesantren dimanfaatkan untuk berkunjung ke warnet internet. Maklum, saat itu zaman belum terjamah android. “Semasa saya di Pesantren, saya curi-curi waktu dan melanggar aturan Pondok buat pergi ke warnet,” kata Halfi mengawali ceritanya.

Di warnet tak hanya sekedar menyedot ilmu dari para blogger senior. Namun dirinya belajar menulis artikel dengan sungguh. Berbekal doa orangtua dan usahanya, Halfi pun mulai yakin bisa menyulap dirinya sebagai blogger profesional. Situs dan domain pun dibuat dengan modal semampunya pasca lulus pesantren.

Laman website yang telah terbangun itu diisi dengan sejumlah pengalaman hidupnya dan artikel pendek dan panjang lainnya. Lambat laun, domain pemuda ini banyak diminati hingga kini.

Lulus mondok, Halfi hijrah ke Bogor menjadi seorang ustadz salah satu pesantren tahfidz. Meski demikian, domain yang dimiliki tetap dikembangkan. Setelah itu, dirinya hijrah ke Jakarta terjun di dunia politik. Di ibukota ini kesibukan bloger juga diteruskan. Bahkan dirinya menjadi deklarator komunitas blogger Jakarta. (*)

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here