Kemarin, saya dari Paciran Lamongan. Mau pulang ke Tuban. Saya sempat baca setiker di bagian pantat truk. Tulisannya begini “Ijazah itu bukti bahwa kita pernah sekolah, bukan bukti kita pernah mikir.”

Memiliki plat K.

Sepertinya dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sambil nyetir sepeda motor, saya tertawa sendiri. Tapi pelan-pelan, takut dikira edan.

Jujur, saya sedikit geli membaca tulisan itu.

Ternyata benar, tidak semua orang yang mempunyai ijazah itu selalu berpikir sebelum berbicara, atau bertindak.

Kenyatannya, banyak sekali orang di sekitar kita yang mempunyai ijazah, namun tidak pernah berpikir sebelum bertindak.

Terkadang, saya pun demikian.

Saya juga suka lupa untuk mensyukuri nikamat-nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada saya.

Padahal, nikmatnya takkan pernah bisa dihitung. Siapapun orangnya.

Akal yang sehat merupakan hadiah terbaik yang telah diberikan Tuhan kepada manusia.

Dan itu pula yang membedakan antara manusia dengan mahluk lainnya.

Sudah sewajarnya kita mensyukuri semuanya.

Dengan cara simpel pun ngakpapa. Yang penting kita bersyukur.

Kita bisa mempunyai ijazah, itu karena bisa berpikir sehat.

Tanpa akal yang sehat, apakah kita bisa memiliki ijazah?

“Bisa, Mas. Beli di jasa pembuatan ijazah.”

Awalnya, saya juga berpikir begitu.

Oh, Tuhan. Maafkan aku yang kurang mensyukuri nikmatmu.

Maafkan aku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here