Mimpi Sederhana Seorang Pemuda

  • Whatsapp
pemuda

Pernah tidak kalian terjebak dalam nostalgia mimpi yang berepisode ala drama korea? Bertemu dan bersama dengan orang-orang yang sebenarnya nampak asing tapi nyata. Anehnya lagi ketika mimpi itu seolah-olah menyiratkan sinyalmen kiblat masa depan.

Fenomena inilah yang sedang dicurhatkan salah seorang sahabat saya kemarin siang.

Muat Lebih

“Mbah, aku melihatmu di mimpiku. Kau datang dengan istri dan anak perempuanmu yang berumur kurang lebih 2 tahun. Dan itu terjadi di episode ketiga mimpiku malam tadi.”

Sontak hanya tawaan kecil yang terlintas di benakku sembari meng-aamiinkan sih soalnya dari dulu selalu bermimpi punya adik perempuan tapi tak pernah kesampaian. Ya mungkin melalui anak ini wkwkwk

Tapi anyway, kalau bicara soal mimpi memang tidak pernah ada habisnya. Fantasi dalam berpikir seringkali terbawa hingga ke alam bawah sadar dan tergambarkan dalam sebuah mimpi.

Sebagai bunga tidur, islam pun menjelaskan perihal mimpi dalam perspektif petunjuk. Bahkan bagi Rasulullah, mimpi menjadi bagian penting dalam awal kewahyuannya.

Maka wajar saja bagi orang-orang, mimpi adalah bagian misterius yg selalu dinanti kehadirannya di penghujung lelapnya tidur kita. Tapi jangan salah, katanya mimpi hanya akan tercipta jika kualitas tidur kita terjaga.

“Saya melihat seorang perempuan yang rasanya belum pernah saya temui sebelumnya. Dan ternyata saya baru sadar kalau perempuan itu adalah istriku ketika dokter memberitahukan kalau anak kami berdua telah lahir. Ini seperti mengisahkan istri dan anak saya di masa depan”, lanjutnya dengan muka yang lebih kebingungan.

Saya kemudian teringat dengan riwayat ustadz Abu Sa’ad al-Wa’izh. Beliau berkata:

“Pada prinsipnya mimpi yang baik itu bersumber dari aneka amal yang benar dan mengingatkan akan aneka akibat dari berbagai urusan. Dari mimpi yang baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gembira, dan peringatan. Dikatakan demikian karena mimpi yang baik merupakan sisa dan bagian dari kenabian, bahkan ia merupakan satu dari dua bagian kenabian, sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi. Orang yang menerima wahyu melalui mimpi disebut Nabi”.

Jadi pesan moralnya adalah jangki sering begadang karena kalau begadang sakit mataji di dapat tapi kalau tidurku dengan kualitas terjaga ada peluangta untuk menikmati dunia mimpi, toh siapa tahu di dunia mimpi ketemuki sama calon istri atau suamita hehehe..

“Jadi apaji pale tafsirannya mimpiku ini kira-kira cika?”.

“Lupakanmi. Setidaknya mutahumi bilang adaji cewek mau menikah sama kau dan bersedia jadi ibu untuk anak-anakmu.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *