Beranda Pendakian Pengalaman Mistis Pendakian Gunung Abang 2.152 Mdpl

Pengalaman Mistis Pendakian Gunung Abang 2.152 Mdpl

Pendakian Gunung Abang
Doc, Pribadi

Pengalaman Mistis Pendakian Gunung Abang 2.152 Mdpl | Jika membicarakan tentang pendakian, memanglah tidak pernah ada habisnya, meskipun terbilang kegiatan yang berat namun para pendaki atau pegiat alam masih ingin menapaki puncak gunung yang ada.

Pengalaman Mistis Pendakian Gunung Abang

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman pendakian gunung abang yang berlokasi di desa abangsongan, kecamatan kintamani, kabupaten bangli, Bali.

Gunung abang memiliki ketinggian 2.152 meter diatas permukaan laut, dan gunung ini merupakan gunung tertinggi ke tiga setelah gunung agung dan gunung batukaru.

Perjalanan menggunakan motor memakan waktu satu jam setengah perjalanan normal dari denpasar bagian utara tepatnya di jl.nangka utara menuju basecamp gunung abang.

Perjalanan dari Denpasar utara pukul 04:00 waktu setempat, sesampainya di basecamp tanpa berpikir langsung saja ke basecamp untuk membayar administrasi seharga 10k waktu itu.

Pendakian kali ini, saya berniat Tek-tok (mendaki tanpa camping) karna besoknya saya sudah kerja lagi. Pukul 06:00 waktu setempat mulailah pendakian, jalur di gunung ini terbilang mudah dan di tambah tidak membawa carrier berat, hanya membawa air minum dan makanan ringan saja.

Perjalanan dari basecamp menuju pura 1 memakan waktu sekitar 45 menit, uniknya di gunung ini tidak ada pos seperti gunung-gunung yang lain, pos disini diganti dengan bangunan pura sebagai titik supaya mudah memperkirakan estimasi waktu perjalanan.

Jalur yang tadi agak menanjak sekarang berubah menjadi landai setelah melewati pura satu. Dan, mendekati pura 2 jalur pun mendadak menjadi nanjak dan terjal.

Perjalanan dari pura 1 ke pura 2 memakan waktu sekitar 1 jam, karena memang saya dan teman-teman sudah sepakat untuk berjalan santai tanpa mengejar sunrise.

Dan gunung ini bisa dibilang masih perawan, karna di sepanjang jalur saya melihat rumput dan pohon masih sangat lebat, inilah salah satu alasan yang membuat saya ingin sekali ke gunung ini.

Setelah berjalan sekitar 1 jam setengah dari pura 2 sampailah di puncak, dan seperti kata saya tadi bahwa gunung ini masih lebat bahkan di puncak pun masih banyak pohon yang berdiri tegak, dan seperti pemikiran saya sebelumnya ternyata tidak hanya pura 1 dan 2 yang ada disana, ternyata di puncak pun terdapat pura yang lumayan besar.

Baca Juga: Sensasi Pendakian Gunung Batur 1.717 Mdpl, Pemula Harus Tahu!

Dari situ saya mendapatkan kesimpulan bahwa masyarakat setempat tidak hanya menjaga alamnya tetapi juga menjadikannya tempat ibadah sehingga pohon dan rumput pun masih bebas tumbuh.

Perjalanan pulang

Setelah puas mengambil foto kami memutuskan turun dan segera pulang untuk istirahat karena besok kami sudah masuk kerja lagi.

Pendakian Gunung Abang 2
Doc, Pribadi

Dan anehnya, jalan yang kita lewati turun ini seperti berbeda dengan jalan naik sebelumnya, kami pun terus berjalan dan sempat juga kebingungan karena kami beberapa kali hanya berputar-putar di jalan yang sama.

Setelah itu kami istirahat sebentar, karena kami sudah capek juga bingung dan takut akhirnya kami memutuskan untuk berdoa bersama.

Setelah berdoa dan meneruskan perjalanan barulah kami menemukan jalan yang seperti kami naik tadi dan akhirnya bisa pulang, padahal kami naik hanya memakan waktu 3 jam saja tetapi turun juga memakan waktu 3 jam, menurut saya sangat aneh karna biasanya turun gunung waktu yang di tempuh adalah setengah dari waktu naik.

Sekian cerita singkat dari saya semoga bermanfaat, dan jika anda ingin mendaki gunung jangan lupa jaga sikap, jaga lisan, dan sopan santun.

Yuk ketempat yang belum pernah kita tuju.
Salam Literasi,Salam Lestari.

Tulis Komentar