Beranda Pendakian Pendakian Gunung Butak Via Panderman (Open trip)

Pendakian Gunung Butak Via Panderman (Open trip)

Pendakian Gunung Bhutak Via Panderman (Open trip)
Doc By: Yogi Habib

Pendakian Gunung Butak Via Panderman (Open trip) | Berbicara tentang keindahan alam memang tidak pernah ada habisnya, gunung misalnya. Kegiatan mendaki gunung sudah ada sejak dulu, namun di tahun-tahun terakhir ini pendakian menjadi sangat populer di kalangan masyarakat khususnya bagi remaja yang sanagat suka dengan gunung, alam dan sebagainya.

Dan karna pendakian adalah salah satu kegiatan yang memacu adrenalin bagi pegiatnya maka pemula tidak dianjurkan menggeluti kegiatan yang satu ini tanpa teman atau orang yang berpengalaman.

Dan pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman pendakian gunung Bhutak, gunung ini terletak di Malang jawa timur dengan ketinggian 2868Mdpl.

Pendakian Gunung Butak Via Panderman

Dan di pendakian kali ini saya dan 2 teman lainya mencoba memberanikan diri untuk membuka open trip seminggu sebelum hari h.

Disamping sudah pengalaman kami juga ingin memperkenalkan bahwa alam kita indah maka tak sepatutnya hanya diam dirumah.

Singkat cerita sampailah pada hari yang di tentukan kami beranggotakan 15 orang (12 pemula 3 panitia).

Pada hari selasa 2 juli 2019 kami mulai perjalanan dari Lamongan menuju malang pada jam 08:00 WIB. Dan tiba di basecamp pendakian pukul 14:45 WIB.

Setelah bersiap dan mengurus administrasi yang bernilai 10k per orang kami semua mengawali pendakian pada jam 15:10 WIB, target sampai pos 1 sebelum malam, karena di anggota kami berisi perempuan maka panitia sepakat menghindari pendakian malam.

Dan sampailah di pos 1 pukul 17:25 WIB, karena tugas kami sebagai panitia adalah mengayomi dan membimbing para pemula maka di pendakian ini terbilang memakan waktu lama.

Setelah mendirikan tenda, masak, makan dan lain-lain. Kami menghimbau pada setiap anggota bahwa pukul 20:30 WIB sudah harus tidur, karena besoknya kita harus start trekking pagi.

Rabu 3 juli 2019 pukul 06:30 WIB, setelah sarapan, mengemas tenda dan sebagainya kami start terkking menuju pos 2.

Jalan yang awalnya landai kian menanjak, tanah yang kering menimbulkan debu setelah di injak dan membuat pernapasan menjadi terganggu.

Dan akhirnya sampailah pos 2 pukul 11:45 WIB. Tidak bisa di pungkiri karena anggota kami adalah pemula maka waktu yang di tempuh menjadi molor.

Tanjakan sebelum pos 2
Tanjakan sebelum pos 2

Setelah puas beristirahat di pos 2 kami beranjak melanjutkan perjalanan menuju pos 3 pukul 12:40 WIB. Dari pos 2 ke pos 3 adalah jalur yang landai dan rumput pun masih lebat membuat kami semangat mencapai pos 3 sebelum asar.

Dan benar saja kami tiba di pos 3 pukul 15:00 WIB. Setelah makan makanan kecil dan beristirahat di pos 3, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 4 (sabana) pukul 15:25 WIB, target sampai pos 4 pukul 17:00 WIB.

Jalur yang tadi landai menjadi agak menanjak, beberapa kali harus istirahat di sepanjang jalur, lalu kami memutuskan untuk berjalan santai.

Dan yah, saking santai nya kami tiba di pos 4 pukul 18:00 WIB. Hari mulai gelap dan kami bergegas mendirikan tenda, setelah bersih-bersih, masak, makan dll, karena besoknya kita akan summit ke puncak pagi-pagi sekali pukul 04:00 WIB.

Maka kami kembali menghimbau kepada anggota harus tidur pukul 20:00 WIB.

Baca Juga: Apa Saja Alat Yang Wajib dibawa Saat Mendaki?

Tibalah waktu yang di tentukan pukul 04:00 WIB, semua anggota bersiap untuk summit, perjalanan dari sabana ke puncak memakan waktu sekitar 1 jam setengah. Dengan jalur yang sangat terjal dan licin membuat kami cukup kesulitan.

Setiba di puncak menyaksikan matahari memancarkan sinarnya dan keindahan mulai terlihat di ketinggian, dari kawan-kawan pemula merasakan haru senang bercampur menjadi satu. Seakan tidak ada kata yang bisa mewakili rasa kagumnya terhadap ciptaan Tuhan.

Sekian cerita singkat dari saya Salam literasi, salam lestari.

Tulis Komentar