Home Inspirasi Pengalaman Serta Guru Dan Masa Lalu

Pengalaman Serta Guru Dan Masa Lalu

Inspirasi

Manusia hidup di dunia ini tidak luput dengan yang namanya salah dan lupa. Sebab, sudah menjadi takdir dan nas kalau manusia dijadikan sebagai wadahnya lupa dan salah. Salah ataupun lupa juga tidak luput dengan sangkutanya dengan masa ataupun waktu. Waktu yang berputar serta berjalan dengan cepat ini, membekaskan sebuah kejadian-kejadian yang banyak.

Higa menumpuk-numpuk kejadian tersebut, menjadi sebuah kenangan yang kadangkala tersimpan pada memori manusia. Ditetapkan sebagai kenang kenangan.

Pada kenangan tersebut, tidak mungkin tidak manusia bertingkah selalu benar kecuali dia manusia yang tidak umumnya manusia pada umumnya.

Sedangkan kita hanyalah manusia biasa. Pasti di waktu yang sudah berlalu ada kejadian yang berupa kesalahan. Entah berbentuk apapun itu. Sadar atau tidak memang begitulah kenyataanya.

Namun, untuk masa yang akan datang kita bisa mengeklaimnya belum tentu. Dalam artian belum tentu tingkah laku kita selalu salah melulu. Ada kadar untuk menjadi benar, meskipun seberat biji kancang.

Untuk menjadi benar tersebutlah, kita juga tidak luput dari waktu dan masalalu. Yang ter urai di memori tadi menjadi pengalaman.

Sebab, bagi orang-orang yang mau berfikir masa lalu dan kenangan tersebut bisa menjadi pengajar atau guru yang tak ternilai harganya.

Percaya atau tidak kalau pengalaman adalah guru yang berharga. Kenyataanya memang sedemikian rupa. Ibarat kain yang robek bisa bisa dijahit kembali.

Pun demikian, kelakuan kita yang tidak selalu benar bisa kita rubah menjadi presentase benar. Toh meakipun tidak selalu benar. Akan tetapi benar dan tidak bukanlah kita yang menilai. Setidaknya kita berusaha benar.

Dan berusaha benar tersebut bisa kita lakukan jikalau kita mau belajar. Dari mana? Jawabanya dari pengalaman dan masa lalu.

Jadi kesimpulannya adalah masalalu dan pengalamanlah guru yang menuntun kita untuk berubah dimasa yang akan kita terpa. Untuk berubah yang awalnya sering keliru, sering salah, sering luput menjadi presentase kearah benar, kearah baik.

Toh disitu meskipun sedikit presentase yang kita usahakan untuk menjadi lebih benar dan lebih baik lagi. Yabg terpenting jangan sampai benar sendiri dan sok baik sendiri. Itu tidak baik.

Jika tidak ingin salah melulu, sebaiknya jangan melupakan sebuah pengalaman dimasa lalu. Jika menyesal jangan terlalu kenemen.

Sebab percuma saja sebuah acara penyesalan diadakan, jika kita tidak mau mengaplikasikan dan mengusahakan untuk berubah dari sebuah kesalahan tersebut menjadi lebih baik dan kebenaran.

Karenanya masa lalu bisa menggoreskan pengalaman dan pengalaman bisa menibulkan sebuah pelajaran. Dan pelajara tersebutlah merupakan guru yang tak ternilaikan.[]

Tulis Komentar