Betapa Pentingnya Menjaga Tali Seduluran

  • Whatsapp
Silaturahmi

Jika kita menukil kata pepatah yang berbunyi “kadang kita harus pergi jauh untuk menjadi dekat” mungkin ada benarnya juga.

Sebab, pepatah tersebut tidak hanya merujuk pada hal pada ranah romantisme semata. Pepatah tersebut, jug dapat durujukkan pada lensa tali seduluran atau tali silaturrohim.

Muat Lebih

Hal tersebut, Saya rasakan dan saya buktikan. Untuk mendekat dengan dulur-dulur, saya rela jauh pergi dari rumah. Hal tersebut Saya lakukan agar sedulur lebih akrab dan raket lagi.

Tidak hanya menyita ruang dan waktu. Demi sedulur seharusnya ikhlas dan mau berkorban. Enatah apa saja korbanya. Baik harta maupun tenaga.

Tetapi, bagi sebagian orang yang miring akan kesadaran betapa pentingnya tali seduluran. Mereka akan menganggap dulurnya seperi orang biasa yang bukan dulurnya. Tapi, bagaimana lagi namanya juga manusia.

Jadi jika Anda masih merasa menjadi manusia anggaplah mereka mereka sedulurmu. Sebab siapapun dia dan darimanapun dia, anggaplah mereka sebagai sedulurmu. Ajeri mereka, sahajai mereka dan akrabi mereka.

Apalagi yang masih kerandah, masih mempunyai nasab, sungguh keterlaluan jika Kita enggan menganggapnya sebagai sedulur.

Sebab, siapa lagi kalau bukan mereka yang menolong,  jika dikala suatu hari kita butuh bantuan. Selain itu, untuk menciptakan suasana lingkup kelarga yang harmonis, aman, nyama dan dami tamai.

Jika dimasukkan kedalam kaca mata religius. Di situ pasti ada anjuran untuk saling menjaga tali sduluran. Dan pula adab tatakrama terhadap sedulurpun juga ada.

Jadi mereka yang masih menganggap kalau agama ini radikalisme, merekalah yang sejujurnya merong-rong agama ini. Lh wong islam itu rohmatallilalamin. Juga islam itu marai kita untuk menjaga tali seduluran.

Jadi untuk sebuah tali sedulur, jangan pernah eman. Masalah harta tenaga dan apapun. Jika kita ikhlas setulus hati, Insya Allah, Allah akan mengembalikannya lebih banyak.

Pula, jika kita bisa ngregani dulur. Maka kita juga akan diregani manusia. Banyak bolone, akeh sedulure. Dikarenakan mencari dulur satu itu lebih sulit dari pada mencari musuh sewu. Maka, jangan pernah anggap mereka bukan dulurmu.

Kita semua sedulur , satu nusa satu bangsa. Tiada perbedaan pada hakikinya. Hanya saha budaya ras dan bahasa saja yang beda. Namun, itu semua bukanlah wahana pembeda.

Melainkan sebaliknya, itu semua adalah kekayaan kita sebagai warga negara Indonesia. Yang sejujurnya sebagai jalan ta’aruf saling mengenal dan bisa menghormati perbedaan.

Jadi, masihkah seduluran itu tidak penting…?

By: Anas Khoirudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *