Perbedaan Tuak dan Legen, Sudah Tahu Belum?

by Fathnan Id September 10, 2021
Perbedaan tuak dan legen

Sudah tahu perbedaan tuak dan Legen? Legen dan tuak merupakan minuman khas orang Tuban, Jawa Timur yang sudah sangat populer di telinga masyarakat. Akantetapi, tidak semua orang Tuban paham antara kedua jenis minuman Jawa yang sudah turun temurun ini.

Apalagi orang luar.

Sebenarnya, tuak dan legen sama-sama berasal dari air nira yang keluar dari pohon (bogor) melalui tangkai tandan bunga yang dipotong atau diiris secara rutin setiap harinya.

Tangkai tandan bunga ini lah yang dalam bahasa orang Tuban disebut dengan wolo. “Ngunduh tetese wolo,” berarti memungut tetesan nira dari tangkai tandan bunga yang disadap.

Bogor adalah tanaman jenis palma yang banyak tumbuh di daerah pesisir yang beriklim panas dan kering dengan hembusan angin laut yang sedikit kuat.

Tuban, Lamongan, Gresik, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso dan beberapa daerah sepanjang pantai utara (pantura) Pulau Jawa, adalah daerah endemik pohon Siwalan.

Dalam proses penyadapan air nira yang akan dijadikan minuman Legen atau dijadikan Tuak ini ditampung dalam bumbung bambu yang panjangnya sekitar 60 cm yang disebut betek.

Betek terbuat dari satu ruas pring ori, yang mana satu dari beberapa ruas pring ori yang telah dipotong itu dibuka sehingga dapat menampung air nira.

Betek ini biasanya bagian luarnya dililiti oleh anyaman daun siwalan yang melingkari bumbung pring ori. Satu ruas pring ori bisa menampung sekitar 2 – 4 liter air nira.

Nah, perbedaannya disini.

Air nira yang telah disadap/ ditampung ini mau dijadikan apa?

Dijadikan minuman legen atau dijadikan minuman tuak?

Untuk itu, Mari Pahami Perbedaan Tuak dan Legen!

1. Tuak

Dalam waktu penyadapan air nira di atas pohon, di dalam betek dicampuri atau diberi bisa jadi dimasuki dengan tatal dan babakan (kulit pohon).

Tatal ini bisa dari kulit pohon juwet, nangka, mangga, mahoni, kecubung, dan masih banyak lagi.

Kulit pohon itu fungsinya hanya untuk meningkatkan proses fermentasi dan menciptakan rasa dan aroma tertentu pada legen yang akan dijadikan tuak nantinya.

Untuk menjadi alkohol alami, tuak harus lewat proses penyulingan tanpa ada tambahan bahan apapun.

Hasil alkohol alami dari tuak, lebih kuat dan lebih dahsyat dari alkohol buatan pabrik.

Bisa dibuktikan sendiri, coba Anda buktikan kira-kira legen yang asli akan bertahan berapa jam jika ditaruh di botol dan ditutup dengan rapat!.

2. Legen

Legen ini diambil dari sari nira yang disadap dari pohon bogor, jika orang awam biasanya menamainya dengan pohon siwalan.

Padahal ada dua jenis pohon bogor!

Yang satu berbuah, dan yang satu mengeluarkan tetesan manis (legen).

Legen ini tanpa campuran. Dan tanpa proses-proses seperti pembuatan tuak tadi.

Dalam beberapa jam, legen juga mengalami fermentasi tapi menjadi seperti cuka yang rasanya asam. Dan masih bisa dikonsumsi, asalkan tidak berlebihan karena rasanya sangat asam.

Biasanya, cuka dimanfaatkan untuk membuat masakan, jajan-jajan. Kalau mbah saya dulu sering menggunakan cuka sebagai gulali jawa.

Cara Membedakan Minuman Tuak dan Legen

Minuman tuak biasanya kalau diminum rasanya ada yang nyangkut di tenggorokan atau panas serik. Ada rasa khas sepet dan pahitnya.

Berbeda dengan minuman legen asli “Legen” yang kalau diminum rasanya manis, asam, segar, dan rasanya tidak nyangkut di tenggorokan.

Apalagi kalau disajikan dalam keadaan dingin. Dan yang perlu diketahui, Legen bisa digunakan sebagai minuman kesehatan alami yang banyak akan manfaat.

Itulah perbedaan legen dan tuak, kurang lebihnya seperti itu. Akhir kata, selamat minum tuak dan legen.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *