Beranda Islami Tentang Rasa Takut

Tentang Rasa Takut

Sabar dalam derita dan bahagia

Takut adalah perasaan khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak disukainya, atau khawatir akan kehilangan yang dicintainya. Kepada orang-orang yang beriman, Allah memerintahkan mereka untuk takut pada- Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dikedepankannya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah, menyangkut apa yang kamu kerjakan, adalah  Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Hasyr: 18)

Para malaikat, langit, bumi, malam, siang, di hari kiamat akan bersaksi atas apa yang diperbuat oleh manusia. Apakah ia berbuat baik atau berbuat buruk. Apakah ia taat atau gemar maksiat. Hingga anggota-anggota badan pun ikut bersaksi.

Dan, pada hari itu bumi bersaksi untuk orang-orang yang beriman dan berzuhud, “Dia salat di atasku, dia puasa, haji, dan berjihad.”

Maka bergembiralah orang yang beriman dan berzuhud itu. Saat bumi memberikan kesaksian pada orang kafir dan ahli maksiat, ia berkata, “Dia telah berbuat kemusyrikan, meminum khamer, dan memakan makanan yang haram.”

Karena itu, Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah, takutlah kepada Allah. Mohonlah ampunan atas apa yang pernah kaulakukan.

Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dikedepankannya yakni amal saleh yang telah diperbuatnya,  atau amal buruk yang telah dilakukannya, untuk hari esok, yaitu Hari Kiamat. Saking dekatnya hingga yang digunakan adalah kata “esok”, hari pertama setelah

hari ini. Dan bertakwalah kepada Allah, dengan menghindari segala sesuatu yang mengundang amarah-Nya.

Dan juga mohonlah perlindungan, agar nanti-nanti tidak lagi terjerumus dalam dosa. Takutlah pada Allah di mana saja kau berada, sesungguhnya Allah, menyangkut apa yang kamu kerjakan, adalah  Maha Mengetahui.

Dalam ayat di atas, kata (اتقوا الله) Ittaqū Allāh terulang dua kali dalam satu ayat. Mengisyaratkan bahwa takwa, rasa takut, dan menghindar dari apa yang tidak direstuinya, harus dilakukan berkali-kali.

Karena kiamat sudah sangat dekat. Besok. Dan tidak seorang pun dapat menjamin kebaikan dirinya. Tidak seorang pun mampu berpegang pada amalnya.

Jika kita tengok dua ayat sebelum ayat ini, di sana diceritakan tentang betapa tidak ada kewajaran seseorang merasa dirinya aman.

16. كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلإنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
17. فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

“(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia: „Kafirlah!‟ Tatkala manusia itu telah kafir, lalu ia berkata, „Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena aku takut kepada Allah, Tuhan Pemelihara semesta alam.‟ [16] Maka akibat dari keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim. [17]” (Q.S. Al-Hasyr: 16-17)

Setidaknya ada dua cerita populer yang sering dijadikan mufasir dalam menceritakan siapa “al-Insān” dalam ayat tersebut. Ada seorang rahib yang terkenal kesalehannya. Selama hidupnya lebih banyak digunakan untuk bertapa di Biara. Hingga pada suatu ketika, ada seorang perempuan penggembala domba mampir di tempat pertapaannya. Terlalu malam ia menggembala, dan akhirnya ia memutuskan untuk menginap di sana.
50

Saat sedang bertapa, Rahib tidak kuat lagi menahan hasrat seksualnya melihat perempuan cantik yang berada tidak jauh darinya. Rahib itu pun menyetubuhinya.

Wanita itu tidak mau pulang ke rumah. Ia ingin sang Rahib bertanggung jawab dan menikahinya. Tapi Rahib menolak. Pantang baginya untuk menikah.

Tapi, Rahib terus menyetubuhi perempuan itu. Berkali-kali. Sampai perut wanita itu membesar. Ada bayi di dalamnya.

Setan pun datang kepada Rahib membisikkan, “Karirmu akan hancur jika sampai ada yang tahu perbuatan bejatmu.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Bunuh dia. Dan kuburlah di belakang rumahmu.

Ratakan dengan tanah. Dengan demikian, kau akan terhindar dari masalah.”

Rahib itu kemudian mengambil sebilah pisau dan menikam perempuan yang telah mengandung anaknya itu.

Lalu menguburkannya di belakang rumah. Meratakannya dengan tanah, tanpa ada nisan di atasnya. Perempuan yang telah dibunuh itu memiliki empat saudara laki-laki.

Dan pada suatu malam, setan datang dalam mimpi mereka, sehingga mereka mengalami mimpi yang sama. “Aku bermimpi sangat aneh. Aku tidak tahu apakah harus menceritakannya pada kalian atau tidak,” kata seseorang di antara mereka.

“Apakah kau bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahukan bahwa Rahib yang terkenal ahli ibadah itu telah menghamili adik kita, lalu membunuhnya, dan menguburkannya di belakang rumahnya?” kata yang lain.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Aku juga memimpikan hal serupa.”

“Aku juga,” sahut dua lainnya.

“Kalau begitu, bersiap-siaplah. Kita datangi Rahib itu. Kita bunuh dia.”

Setan datang terlebih dahulu sebelum empat orang itu mendatangi Rahib. “Empat saudara dari perempuan yang kaubunuh itu akan datang kepadamu untuk membunuhmu.”

“Bagaimana bisa?” Rahib terpenuhi oleh ketakutan. “Aku yang memberitahukan mereka.”

“Bajingan!”

“Tapi aku bisa menyelamatkan Anda.”

“Bagaimana caranya?”

“Bersujudlah padaku.” Ketika sang Rahib bersujud pada setan, empat bersaudara itu datang dan membunuhnya.

Cerita senada yang tidak kalah populer, yang sering dijadikan penafsiran ayat ini adalah kisah tentang Barseso. Ia adalah seorang ahli ibadah.

Enam puluh tahun tidak pernah sekali pun bermaksiat. Semua santrinya wali semua. Memiliki karamah mampu terbang di awangawang dan berjalan di atas air. Tidak ada yang mengalahkan kegigihannya dalam beribadah.

Hingga kemudian, setan datang kepadanya menjelma sebagai salah satu santrinya. Barseso benar-benar kagum dengan santri satu itu. Belum pernah ia bertemu dengan orang yang ibadahnya lebih kuat darinya.

Jika dalam semalam Barseso hanya salat seratus rakaat, santri itu salat dua ratus rakaat.

Tidak tahan menyembunyikan rasa penasarannya, Barseso pun bertanya kepadanya, “Bagaimana kau mampu beribadah segigih itu? Apakah aku bisa sepertimu?”

“Dahulu aku tidak pernah tahan dalam beribadah. Tapi setelah aku melakukan dosa, terbayang-bayang terus dosa yang kulakukan itu.

Dan aku berpikir, bagaimana mungkin aku akan menyudahi ibadah dan pertobatanku sementara dosa yang kulakukan begitu besar.”

“Lalu, dosa apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus membunuh orang?”

“Jangan gila, Tuan. Kau seorang rahib, memiliki banyak santri.”

“Apakah saya harus berzina?”

“Akan semakin runyam urusannya. Menikah saja tidak boleh, apalagi berzina. Terlalu besar dosanya. Yang ringan-ringan saja, yang penting melakukan dosa. Minum khamer.”

Ditemani setan yang menyamar sebagai santrinya, Barseso datang ke warung remang-remang.

Di sana ada beberapa wanita dengan pakaian serba terbuka.

Barseso memesan khamer. Karena pertama kali, segelas saja sudah membuatnya mabuk.

Dalam ketidaksadarannya itu, Barseso berhasrat pada wanita cantik setengah telanjang di hadapannya.

Dengan ganas, Barseso menikmati setiap jengkal tubuhnya. Dan menyatukan tubuhnya dengan tubuh wanita itu.

Setelah tersadar dari mabuknya, Barseso menyesal atas apa yang telah diperbuatnya. Tapi, penyesalannya bukan menuju pada pertobatan, tapi justru mengantar pada pembunuhan.

Barseso membunuh wanita yang disetubuhi itu. Takut, nanti karirnya akan hancur karenanya. Tapi, masyarakat sudah berada di sekelilingnya. Bersiap-siap untuk memberi hukuman mati padanya.

Setan yang menjelma sebagai santrinya itu datang.

“Maaf, ini sudah di luar dari perjanjian kita. Saya  hanya mengajakmu untuk minum, tapi kau malah memperkosa dan membunuh. Ini melanggar aturan hukum. Kau akan dibunuh oleh orang-orang.”

Barseso tidak mampu berkata-kata, hanya air mata yang mengucur membanjiri tubuhnya.

“Tapi tenang saja, Barseso. Aku bisa menolongmu. Perkenalkan, aku adalah setan. Aku bisa melakukan apapun. Jika kau ingin tetap hidup, sujudlah padaku. Aku akan menyelamatkanmu.” Barseso pun bersujud. Dan ia mati dalam kekafiran.

Cerita di atas boleh jadi tidak nyata. Tapi sangat mungkin untuk terjadi. Karena itu, setiap orang harus memiliki jiwa khauf dalam menghadapi kehidupan ini.

Dan agar tidak terlalu berat dalam perjalanannya, khauf harus disertai dengan raja‟, harapan. Itu sebabnya, Allah menghibur kepada siapa saja yang bersedia takut dan khawatir, akan disediakan surga untuk mereka.

40. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى
41. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Dan adapun yang takut kepada kebesaran Tuhan Pemeliharanya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya [40], maka sesungguhnya hanya surgalah tempat tinggal-(nya). [40].” (An-Naziat 40-41)

Imam Ghazali berkata, “Mukmin sejati adalah orang yang takut kepada Allah dengan segenap anggota tubuhnya.” Abu al-Laits menyebut tujuh tanda orang yang takut pada Allah.

Pertama, ia tidak menggunakan lisannya untuk berdusta, bergosip, mengadu domba, memfitnah, dan terlalu banyak bicara sehingga menyita banyak waktu untuk berzikir kepada Allah, membaca Alquran, dan mendalami ilmu.

Kedua, ia menghilangkan rasa permusuhan, fitnah, dan hasud dari hatinya. Sebab, hasud mampu membakar kebaikan. Seperti yang Rasulullah saw. sabdakan, “Hasud bisa melahap kebaikan seumpama api yang melahap kayu bakar.”

Hasud adalah termasuk penyakit hati yang kronis. Dan tidak ada obat untuk penyakit hati selain dengan ilmu dan amal.

Ketiga, ia tidak menggunakan penglihatannya pada sesuatu yang haram, baik pada makanan, minuman, pakaian, dan lain sebagainya.

Juga tidak memandang dunia dengan hasrat. Tetapi ia memandang dunia untuk mengambil pelajaran darinya. Ia tidak memandang apapun yang tidak dihalalkan untuknya.

Seperti yang disabdakan Rasulullah saw., “Siapa yang memenuhi matanya dengan memandang yang haram, maka Allah akan memenuhi matanya dengan api neraka.”

Keempat, ia tidak memasukkan sesuatu yang haram ke dalam perutnya. Karena memakan makanan atau meminum minuman yang haram adalah termasuk dari dosa-dosa besar.

Seperti sabda Rasulullah saw., “Jika ada sesuap makanan yang haram masuk ke dalam perut manusia, maka malaikat yang berada di bumi dan langit melaknatnya selama makanan itu masih ada dalam perutnya. Dan jika ia mati dalam keadaan itu, maka tempatnya adalah neraka.”

Kelima, ia tidak menggunakan tangannya pada apa yang diharamkan baginya. Tapi ia menggunakan dalam ketaatan.

Ka‟ab al-Ahbar meriwayatkan, “Sesungguhnya Allah menciptakan sebuah tempat dari permata zamrud hijau.

Di dalamnya ada tujuh ribu tempat. Setiap tempat terdapat tujuh ribu rumah. Ia tidak ditempati kecuali oleh orang yang berpaling dari sesuatu yang haram karena takut pada Allah.”

Keenam, ia tidak menggunakan kakinya melangkah dalam kemaksiatan. Tetapi menggunakan kakinya untuk berjalan dalam ketaatan dan menggapai rida-Nya, juga untuk menghadiri majelis ulama dan orang-orang saleh.

Ketujuh, ia melaksanakan ketaatan dengan ikhlas hanya karena Allah, takut dari sifat riya‟ dan munafik. Jika ia melaksanakannya, maka dialah yang termasuk dalam firman-Nya.

35. وَالآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ

“… (kenikmatan hidup) akhirat di sisi Tuhan Pemelihara kamu (dikhususkan) bagi orang-orang bertakwa.” (Q.S. Al-Zukhruf: 35),

45. إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada dalam surga-surga dan (di dekat kediaman mereka ada) mata air-mata air (yang mengalir).” (Q.S. Al-Hijr: 45),

17. إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman (surga) dan kenikmatan.” (Q.S. Al-Thūr: 17)

51. إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman.” (Q.S. Al-Dukhān: 51)

Seakan-akan Dia berfirman, Merekalah orang-orang yang diselamatkan pada hari kiamat. Rasulullah saw. bersabda, “Jasad seorang hamba yang gemetaran lantaran takut pada Allah, maka rontoklah dosa-dosanya sebagaimana dedaunan yang jatuh dari pohonnya.”

Ada seorang lelaki yang terpincut hatinya pada seorang perempuan. Suatu hari, perempuan itu pergi menghadiri suatu acara.

Lelaki itu pergi bersamanya. Tatkala mereka berada di suatu pedalaman, dan orang-orang telah tidur, lelaki itu mengungkapkan perasaannya.

“Lihatlah, orang-orang sudah tidur,” kata perempuan itu. Tersemburatlah air muka kebahagiaan pada lelaki itu. Menduga perempuannya mengindahkan perasaannya. Lelaki itu berdiri dan mengelilingi orang-orang.

Setelah dilihatnya orang-orang sudah terlelap semua, ia kembali pada perempuannya. “Ya. Mereka sudah tidur,” katanya.

“Bagimana menurutmu. Apakah saat ini Allah juga tidur?”

“Tentu saja tidak. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.” “Sesungguhnya Dia yang tidak tidur dan tidak akan pernah tidur, melihat kita. Meskipun orang-orang tidak melihat kita, tapi takut pada Allah adalah yang lebih utama dari pada takut pada mereka.”

Kemudian lelaki itu meninggalkan perempuannya. Ia bertobat kembali ke kampung halamannya. Ketika meninggal dunia, orang-orang bermimpi bertemu dengannya.

Mereka bertanya, “Apa yang Allah lakukan padamu?” Lelaki itu menjawab, “Dia mengampuniku karena aku takut pada Allah dan meninggalkan dosa itu.”

Rasulullah saw. bersabda, Allah berfirman, “Aku tidak tidak mengumpulkan dua ketakutan dan dua rasa aman sekaligus.” Lalu Dia berfirman:

44. فَلا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ

“… Maka janganlah kau takut pada manusia. Dan takutlah pada-Ku.” (Q.S. AlMā‟idah: 44)

175. فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“… Maka jangan takut pada mereka. Takutlah hanya pada-Ku jika kalian termasuk golongan orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ali „Imrān: 175)

Takut kepada Allah adalah kewajiban bagi setiap hamba. Dan ketakutan itu tidak akan didapatkan oleh siapapun kecuali oleh orang-orang yang berilmu.

Penulis: M Nuchid

2 KOMENTAR

  1. I have noticed you don’t monetize fathnan.id, don’t waste your traffic, you
    can earn additional bucks every month with new monetization method.
    This is the best adsense alternative for any type of website
    (they approve all sites), for more info simply search in gooogle:
    murgrabia’s tools

Tulis Komentar