Beranda Curhat Rekayasa Setia

Rekayasa Setia

Setia

Bahkan setelah kau memanggil namaku terakhir kali, suaraku tak mengeluarkan nada dan intonasi seperti biasa, kegetiran dan kemunafikan bercampur menjadi satu.

Merasa itu adalah hal yang pantas ketika dilepas, namun hati dan jiwa berselisih paham. Akhirnya raga yang memutuskan untuk keluar dari zona yang tak lagi memberi keuntungan sedikitpun.

Keadaan menjadi sepi?
Tentu saja, semua hal yang berbau tentang nya ku kikis dalam ingatan, hari per hari terlewati, sapaan nya ketika berjumpa tiada lagi mengisi. Dan yang paling penting dan sungguh berat untuk di lupakan, ucapan dari VN selamat pagi yang selalu dilontarkan ketika aku memulai aktivitas di kala itu.

Tidak berlangsung lama, kesendirian membawaku pada lingkup kebebasan, mempunyai teman, meski hanya sedikit, itu adalah satu langkah lebih baik daripada termenung di kamar meratapi segala sesuatu yang sudah terjadi.

Sekitar sebulan kemudian, ku jumpai paras wanita yang berkacamata, tahi lalat kecil di beberapa bagian sekitaran muka, entah apa yang merasuki, aku jatuh cinta, tanpa alasan apapun, tanpa terkecuali, aku menyukai sorotan matanya yang tajam, dan senyuman tipis yang siapa saja melihatnya pasti terbelalak terpesona.

Tanpa berfikir panjang, ku datangi dia dan meminta kontaknya, kebetulan pada saat itu adalah kegiatan sharing komunitas kesendirian. Dibentuk dengan tujuan yang sama, memberikan kesan jera pada siapa saja yang pernah terluka karena mencintai seseorang melebihi cinta pada tuhannya, dan bangkit atas rasa senang manusia, yaitu bahagia.

Tulis Komentar