Beranda Tulisan Lepas Jika Dapat Saling Memaafkan Sekarang, Mengapa Harus Menunggu Nanti

Jika Dapat Saling Memaafkan Sekarang, Mengapa Harus Menunggu Nanti

shaking-hands

Sudah menjadi rutinitas sekaligus tradisi yang masih lestari jika hari raya idul fitri tiba. Apa lagi kalau bukan saling memaafkan dan memperkukuh ukhuah tali persaudaraan.

Momen yang seperti ini, dalam bahasa jawanya dinamai bakdan. Dan harinya disapa dengan istilah Bodo atau riyoyo.

Bakdan sendiri merupaka  tradisi untuk saling silaturrohmi. Mengunjungi dan berkunjung ke tetangga rumah hingga kadangkala ke dulur-dulur yang jauh sekalipun.

Disetiap rumah pasti menguhkan jajan dan camilan yang beragam. Dan hanya di hari yang fitri inilah, tak jarang banyak orang yang melakukan sedekah.

Kebiasaan yang masih melekat pula dihari yang fitri adalah serba baru. Baju baru, celana baru, sepatu dan sendal baru. Semua serba baru.

Namun, pada hakikinya dihari yang sebentar lagi kita temui adalah kemenangan. Dimana selama satu bulan penuh melakukan kegiatan spiritualitas berupa puasa dibulan Ramadhan.

Dan tiba saatnya di tanggal satu. Takbir dikumandangkan disana, disini, kesana, kemari. Ramai tamai, bungah nun gembira. Kadang juga ada yang menghiasinya suka cita kegembiraan. Ya, itulah hari raya.

Kembali pada titik perbincangan kita. Yaitu soal bakdan atau berkunjung kerumah-rumah tetangga atau sanak dan saudara untuk melaksanakan silaturrahim, saling maaf-memaafkan dan kadang juga sungkem kepada bebuyut dan orang tua.

Pada pada kacamata besar, hari itu adalah hari kemenangan. Diamna semua dosa-dosa kita kepada orang lain dilebur dengan saling memaafkan.

Namun, seyogyanya untuk saling memaafkan saja. Tidak kita menunggu hari raya tiba. Sebab, maaf, memaafkan, dimaafkan, dan maaf-maafan itu sejujurnya prioritas manusia pada sehari-hari , jika kita mempunyai kesalahan dan disalahi.

Jadi, tak perlu menunggu hari raya tiba kalau soal memafkan. Lebih cepat kan lebih baik. Hanya saja, di hari yang fitri kira melestarikan sebuah tradisi yang baik.

Selain itu, bermaaf-maafan di hari raya idul fitri juga menetralisir dosa-dosa serta keslahan kita kepada orang lain yang belum dimaafkan dan dimaaf.

Nah, jadi buat kamu yang masih mempunyai keslahan pada orang lain. Entah pada siapa saja. Baik ayah, bunda, embah, pacar, hingga mantan. Sebaiknya sekarang juga neminta maaf.

Kalau tidak, ya besok dihari raya juga tidak apa-apa. Tapi seyogyanya, jika bisa sekarang mengapa harus menunggu nanti.

Juga sebaliknya jika kita disalahi. Dan orang yang menyalahi diri kita meminta maaf atas segala keslahanya. Kita tidak perlu monoton dan egois tidak mau memaafkan.

Baik jika kita maafkan orang yang salah. Apalagi jika kita disalahi dan kita yang minta maaf. Itu lebih baik sekali. Mebandakan kemuliaan dan kebiwaan orang tersebut tinggi.

Intinya, jika kita bisa minta maaf sekarang dan memaafkan sekarang juga. Tidak uasah menunggu momen-momen yang belum kita ketahui, apakah kita menjumpainya. Untuk atisipasai dan menjaga-jaga. Lebih baik kita maaf-maafan sekarang.

So, Mohon maaf lahir dan batin yak, kalau admin kopikiran.site mempunyai keslahan pada pembaca yang budiman.

Jika didalam postingan kopikiran.site mengandung pelecehan nama Anda, atau menyakiti hati Anda, menyinggung hati Anda dan sebagainya.

Saya Anas Khoiruddin sebagai admin kopikiran.site meminta maaf yang sebesar-bearnya. Sebaliknya, jika Anda merasa bersalah kepada Saya.

Saya pun juga membuka pintu maaf yang selebar-lebarnya. Jadi untuk hari ini dan seterusnya kita kosong-kosong.

Semoga bermanfaat
Wasslamualaikum Warrahmatullohi Wabarokatuh.

Salam Hangat Dari kopikiran untuk:

pecinta literasi
penggemar bloggers
Pemuda sekaligus pemudi
Leluhur
Orang tua
Dan salam damai untuk seluruh Masyarakat Indonesia.[]

Penulis: Anas Nazarudin

Tulis Komentar