Santri dan Komputer

  • Whatsapp
Nabila
@aisye_putri

Sekilas membaca judul tulisan ini, apa sih yang kalian pikirkan ?. Coba ya baca sampai selesai, apakah sama fikiran Anda dengan Saya?.

Umumnya banyak orang berasumsi bahwa Santri identik dengan orang yang belajar di pesantren.

Muat Lebih

Dan jaman dulu pesantren hanya mengajarkan agama saja, pelajaran umum paling sebagian ada sih namun tidak banyak.

Jadi terdengar aneh jika lulusan pesantren lalu menjadi IT (information technology), programmer atau teknisi komputer.

Teknologi Informasi

Jangan heran saat santri mampu menguasai komputer, sekarang sudah banyak pesantren yang mengajarkan ilmu komputer bahkan saya pernah menjumpai ada salah satu santri hacker di paciran lamongan yang saat ini statusnya dilindungi Negara.

Menurut saya, Teknologi Informasi adakah wajib dipelajari bagi siapapun. Berdasarkan data dan lembaga yang telah saya tahu dimanapun itu, jika ada suatu organisasi atau perusahaan sudah pasti membutuhkan orang IT atau anak komputer.

Ilmu tentang Teknologi Informasi itu sangat luas cakupanya. Di sekolah tinggi atau Universitas secara umum di bagi menjadi 5 macam.

1). Teknik Komputer (Computer Engineering), Desain, Implementasi sistem, serta integrasi software dan hardware.

2). llmu Komputer (Computer Science), Menguasai teori (konsep) & pengembangan software.

3). Sistem Informasi (Information System), Analisis / proses bisnis, Desain sistem organisasi

4). Teknologi Informasi (Information Technology), = Implementasi, konfigurasi dan infrastruktur.

5). Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) Pengembangan software berskala besar Namun di Indonesia hanya ada 4 yang di ajarkan: Teknik Informatika, llmu Komputer, Sistem Informasi/Manajemen Informatika, dan Sistem Komputer/Teknik Komputer.

Kok ribet banget sih belajar komputer?

Ya memang kenyataanya begitu.

Jaringan Internet

Internet adalah pusat pengetahuan (penghubung) Teknologi Informasi.

Artinya saat teman-teman belajar IT tanpa koneksi internet itu sama halnya dengan baca kitab tanpa Nahwu Shorof.

Karena semua unsur tentang computer itu endingnya harus terhubung dengan internet.

Buktikan saat anda belajar DOS, C++, #C, HTML, JAVA, SQL, hingga bagian dalam jaringan.

Keculi misal antum cuman ingin mengoprek bagian mesin saja, atau dibagian software tertentu.

Memang bisa dibilang tanpa ada internet kita bisa kok belajar komputer.

Ok, hal itu hanya terkhusus berbasis desktop (Microsoft, Adobe, dll.) untuk software ya, namun untuk yang lainya harus menggunakan koneksi internet, apalagi misalnya temen-temen sudah masuk tahap designer, editor atau programmer.

Kok jadi tambah ribet ya kang?

Yah mau gimana lagi, ya emang gitu.

Peran Santrikom

Diatas itu sekedar info singkat mengenai computer. Sekarang tentang peran santri terhadap komputer itu bagaimana? Seperti apa kata dawuh guru kita, bahwa santri harus mampu menjadi multitalen dimana pun berada.

Apalagi di kalangan pesantren bisa dibilang orang IT sangatlah jarang.

Karena memang tidak diprioritaskan, kecuali pada saat saat tertentu yang mana hanya bisa dilakukan oleh orang IT.

Seperti mengatur database, web server, job monitoring, system administrasi dll.

Jangan sampai ada kalimat yang terucap “Marek nek ono butuhe tok”.

Kita bangaun solidaritas santri. Oleh sebab itu peran santri di dunia teknologi informasi sangatlah luar biasa.

Silahkan kalian amati teman Anda yang sudah terjun di dunia IT.

Melihat pada pondok kita sendiri, alhamdulllah santri IT sudah semakin berkembang walau belum menguasai semua ilmunya.

Karena banyak resiko yang diambil saat mulai belajar IT, yang paling condong adalah soal membagi waktu.

Nah, disitu kadang saya sedih sebagai santri IT juga. Entah sudah berapa waktu yang saya korbankan demi terselamatnya database dan
selesainya tugas, walau pada endingnya respon mereka hanya biasa-biasa saja.

Menguasai Dunia

Saat temen-temen mampu menguasai ilmu Teknologi Informasi, dunia bagimu sangatlah kecil.

Kata BossDarling pakar Flat Earth berkata bahwa “”The world can be destroyed at the hands of computer experts”.

Hampir seluruh perkembangan dunia di atur oleh system, dan kita tidak bisa bergerak tanpa system itu.

Jika dilihat dari dhohirnya memang tidak nampak, mereka sudah punya banyak cara untuk menutup mata kita.

Entah ini tugas santri atau bukan, saya rasa sih iya. Karena sesuai dengan apa yang didawuhkan oleh Buya Yahya Cirebon, hal ini termasuk dari bagian dakwah, dakwah lewat system teknologi informasi.

Santri harus paham soal perkembangan di setiap jamanya, minimal update media social.

Masalah ketinggalan jaman itu hanya soal waktu, kita bisa mengejarnya kok.

Itu hanya ilmu dunia yang sudah jelas kemana arahnya, jadi tidak usalh minder atau khawatir gaptek.

Baca ini Juga: Santri Jangan Gaptek

Sebab gaptek hanya istilah saja buat yang belumpercaya diri mengenal teknologi.

Pada dasarnya inti dari tulisan ini adalah begitu pentingnya mempelajari teknologi informasi, baik untuk kalangan umum maupun santri.

Jangan mau system dikuasi oleh orang luar apalagi non muslim. Inilah saat nya santri jaman Now bangkit.

Karena pada dasarnya semua kegiatan atau kejadian pasti membutuhkan data (database), data di proses oleh system, system berjalan sesuai perkembangan jaman.

Soal jaman saya serahkan pada orang yang mampu mengoperasikan system dan itu adalah kalian para Santri IT Santri Teknologi Informasi.

Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat. (M.Lutfi, Santri Programer Langitan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *