7 Tips Menghadapi Santri Tidak Kerasan

  • Whatsapp
Tidak kerasan

Sebagai seorang santri, sangat wajar pada awal kita masuk pesantren merasakan yang namanya tidak betah atau istilah lainya “ora krasan”. Beberapa santri mampu bertahan dan melewati masa-masa berat adaptasi dan pada akhirnya menjadi santri yang beradaptasi dengan baik.

Di antara beberapa santri yang mengalami masa tidak betah itu, ada saja santri yang ternyata tidak berhasil melewati masa-masa tersebut. Dalam masa berat itu, perlu ada perlakuan khusus untuk bisa meneguhkan hati para santri itu.

Muat Lebih

Admin sendiri jadi teringat masa-masa itu, dulu saya juga pernah merasakan yang namanya “Ora kerasan mondok”. Namun berkat kang kang santri yang sudah terlihat berpengalaman dan terlihat berkesan, saya jadi kerasan mondok bertahun-tahun.

Berikut beberapa tips menghadapi santri yang tidak betah bagi para orang tua atau para pengurus pondok dari kang santri.

1). Ingatkan tentang Meluruskan Niat

Sangat penting bagi setiap santri yang masuk pesantren untuk diingatkan kembali tentang niat mereka. Bukan apa-apa, ada saja santri yang berpikiran bahwa mereka mondok bukan karena keinginan adapula yang diminta oleh orang tua, oleh karenanya niat mereka masih setengah-setengah dan belum utuh.

Dalam hal ini, orang tua perlu memberi wejangan kepada anak bahwa mondok mereka untuk sebuah tujuan mulia yaitu Tholabul Ilm. Orang tua juga harus menunjukan supportnya agar anak tidak merasa berjuang sendiri.

Untuk pengurus pondok juga harus bisa memberi masukan tentang pentingnya niat mondok pada santri-santri yang berjuang. Ceritakan kepada santri bahwa orang tua mengirim mereka ke pondok berarti orang tua sangat saying sekali terhadap kalian dan juga kepada masa depan kalian, tidak ada niatan untuk menitipkan, hanya saja jalan kasih sayang mengharuskan kalian tinggal jauh dari orang tua.

2). Ingatkan tentang perjuangan orang tua mereka

Pada tips kedua ini, biasanya para pengurus membawakan narasi kurang lebih seperti ini:

“Dek, jangan bersedih. Kamu mau orang tuamu tambah sedih kalo tau anaknya yang dibanggakan masuk pesantren dan menjadi anak kebanggaan yang selalu didoakan ternyata tidak betah dan pulang kampung dengan tanpa hasil? Masa kamu tega berbuat demikian?”

4). Carikan satu teman untuk selalu mengajaknya belajar dan bermain

Ada yang bilang kalau hal-hal pahit jika dilalui dengan Bersama tidak akan terasa pahit. Hal-hal yang berat jika dibawa Bersama pasti tidak akan terasa beratnya.

Nah, inilah yang banyak membuat santri bertahan. Kebersamaan akan bisa membuat santri lupa dengan apa yang dikangenkan. Banyak dari mereka yang tidak bertah adalah yang tidak punya teman bermain dan bercerita akhirnya mereka merasa sendiri.

5). Ajak keliling atau mengunjungi tempat makan

Tips yang satu ini sudah dibuktikan oleh beberapa pengurus, ketika santri sudah mulai menunjukan tanda-tanda tidak betah dan bersedih, cara unik dan efektif adalah mengajaknya mengunjungi tempat makan dan berbincang-bincang santai.

Dengan kondisi yang sangat rileks, santri akan bisa bercerita dengan tenang dan lepas. Dari cerita-cerita yang diungkapkan, kita bisa menangkap apa yang diinginkan oleh santri tersebut yang bisa kita masuki motivasi-motivasi.

Terkadang santri baru merasakan penat yang memuncak sehingga mengajaknya berkeliling akan membuat sedikit fresh.

6). Ajak sowan Pak Kyai

Ada hal yang tidak dimiliki oleh seorang pengurus bahkan orang tua sekalipun, hal yang mungkin tidak bisa dirasakan oleh orang biasanya.

Hal inilah yang hanya dimiliki oleh para kyai, yaitu sebuah kharisma yang membuat nasehat yang diberikan menjadi sangat sejuk dan mudah ditangkap oleh seorang santri.

Jam terbang yang tinggi serta keihklasan yang dalam membuat kyai memiliki cara khusus yang membuat santri tidak betah menjadi sangat nyaman.

7). Ajak ziarah ke makam muassis pesantren

Tips yang terakhir adalah membawanya berziarah ke maqbaroh (kuburan) para pendiri pesantren. Orang pesantren pasti sangatlah faham dengan konsep barokah. Ajaklah berziarah dan ceritakan pula perjuangan para pendiri dalam membesarkan pesantrennya.

Dan semoga 7 Tips di atas bisa bermanfaat untuk kita semua, bagikan artikel ini jika bermanfaat. Anda bisa membagikan melalui sosial share di bawah ini:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *