Beranda Wisata Sekincau Bumi Sederhana Yang Masih Terjaga Kealamiannya

Sekincau Bumi Sederhana Yang Masih Terjaga Kealamiannya

Sekincau Bumi Sederhana Yang Masih Terjaga Kealamiannya
By: Anas Khoirudin

Sekincau Bumi Sederhana Yang Masih Terjaga Kealamiannya | Selamat datang di bumi Sekincau. Ya, Sekincau adalah sebuah daerah atau kecamatan yang terletak di kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Kepulauan Sumatra.

Dan Alhadulillah-nya, Saya diberi kesempatan oleh Tuhan yang Maha Esa untuk melihat ke elokan alam yang luar biasa. Dan di sebuah daerah pegunungan sekincaulah tepatnya.

Di sekincau, keindahan alamnya masih terjaga rapi. Hijaunya dedaunan nun tumbuhan juga masih lestari. Dan apa bila tiba saatnya pagi, burung-burungpun juga tidak malu untuk bernyanyi.

Udara segar yang menyapa setiap harinya juga masih utuh. Pula ke elokan budaya lokal  yang menarik, juga turut menghias bumi tani alias sekincau ini.

Seperti yang saya singgung diatas tadi. Mata pencaharian penduduk disana mayoritas adalah seorang petani. Dan kopilah menjadi tanaman nomer satu dikebun mereka.

Selain kebun kopi yang berjajar rapi dan tarik-tarik di kiwo-tengen alias kanan kiri. Sebab, mayoritas petani disana berkebun kopi. Jadi, jika Anda kesana siap-siap menatap kebun-kebun kopi yang hijau tamai.

Namun, selain kopi ada lagi tanaman yang menjadi penghias perkebunan. Yaitu berupa tanaman sayur-sayuran. Mulai dari tomat, sawi, cabai, kubis dan yang lain-lain sebagainya.

Dari situ, dapat kita tarik benang merah sebuah kesimpulan. Bahwa, sekincau adalah daerah dari sebagian kabupaten lampung barat yang mempunyai tanah yang begitu subur makmur pati bumi minatani.

Maka dari itu, Sekincau mensuplay hasil alam yang sangat agung. Dan itu semua dapat memberikan sebuah kecukupan untuk sandang pangan dan kebutuha  bagi penduduknya.

Baca Juga: Melihat Langsung Keindahan Pantai Pasir Putih Trenggalek

Bagaimana dengan penduduknya. Ya, mayoritas penduduk di wilayah sekincau adalah dari suku Jawa. Disana Saya juga mengenal banyak orang Jawa. Dan orang Jawa sendiripun juga berasal dari beberapa Daerah.

Dari segi bahasa keseharian yang mereka pakai, Saya dapat menyimpulkan bahwa ada dari Jawa Timur, Ada Madura, Ada Jawa Tengah yang terkenal dengan bahasa Ngapaknya.

Namun, suku asli dari sumatra sendiri juga ada disana. Jika begitu, Sekincau meupakan wilayah yang dapat menampung suku-suku yang tersebar luas di daratan Nusantara. Dan jika Saya amati mereka hidup ruku aman dan damai tamai.

Islam adalah agama yang banyak dipeluk oleh penduduknya. Dalam tekhnologi komunikasi dan informasi, Sekincau juga tidak  ketinggalan zaman.

Lalu bagaimana dengan wisata detinasinya? Jika berhubungan dengan wisata destinasi, saya rasa setiap detik melangkah adalah wisata destinasinya.

Mengapa demikian? Sebab, kealamian tadi dapat menyuguhkan pemandangan yang memanjakan bagi mata. Apalagi dikala sore hari tiba, kamu dapat melihat matahari terbenam dan pemandangan alam yang menabjubkan.

Namun, sekincau juga masih tidak ramai dibandingkan Wilayah yang berada di Jawa. Namun, generasi masa depan disana tidaklah pantang semangat meskipun sekolah formal iya tempuh dengan jarak yang lumayan jauh. Tapi untuk Sekolah Dasar, Dan Menengah Pertama alhamdulillah sudah ada disana..

Dan kabarnya untum SMP-nya saat-saat belakangan inilah merintis generasi generasinya. Sebab, belum lama sekolah tersebut melakukab aktifitasnya seperti sekolah sekolah lain. Selain sekolah formal, di sana juga sudah ada sekolah diniyyah. Yaitu madrasah semacam TPA.

Tuha  memang bermacam-macam menciltakan sebuab wilayah dan ciptaan. Jika di wilayah Jakarta mayoritas bekerja di kantoran. Maka di sekincau petani dan berkebunlah yang menjadi pekerjaan yang membahagiakan.

Masalah rezeqi adalah aturan Tuhan. Tuhan sudah jelas memberikan kekayaan ini. Tinggal kita saja mengolahnya bagaimana.

Semoga kedepan bumi sekincau tetap hijau, ramah tamah, tambah ramai tamai, asri dan masih terjaga kealamian dan kehijauannya.

Tambah subur makmur. Semakin subur. Hasil bumi menciptakan penduduk semakin makmur… Dan trimakasih dengan pemandangan alam yang sudah Engkau ciptakan, Tuhan.

Tulis Komentar