Semangat Berkreasi Menggugah Prestasi Meninggalkan Prasasti

  • Whatsapp
semangat

Masa muda sering kali dikaitkan dengan masa-masa yang gampang naik darah. Karena keadaan psilogisnya yang gampang sekali berubah cuaca. Ibarat bara api, orang muda digambarkan api yang sedang mborab-mborap atau membara. Sedangkan ibarat bunga, orang muda digambarkan dengan bunga yang sedang mekar-mekarnya.

Maka dari itu, benar apa yang dikatakan pakar psikologis kalau darah muda adalah darah yang gampang naik.

Muat Lebih

Selain itu, darah muda juga sekali saja dalam menyelesaikan masalah. Juga rasa menang sendiri selalu hadir dalam jiwanya.

Namun, didalam masa inilah seseorang darah muda harus bisa mengetahui dan mencari siapa jati dirinya.

Apa bakatnya dan apa fan-nya. Maka dari itu tak disangka, kalau sebagian besar anak muda sudah mencapai taraf hidup yang dalam pandangan mayoritas orang, sudah mapan. Sebab, orang muda tersebut sudah mengetahui apa yang ada pada dalam dirinya. Mengenai hal bekat dan fan yang ia miliki.

Tetapi, apa gunanya jika sebuah bakat yang ada pada seseorang anak muda tanpa dibarengi dengan adanya minat dan kemauan.

Kemauan dan minat sendiri sejujurnya adalah jalan untuk lebih mendalami lagi apa yang ia bakati. Dan lebih menambah wawasan dan pengetahuannya.

Memang, sebuah bakat bukan satu-satunya jalan dan menentukan kemapanan hidup sampai akhir hayat. Namun, seyogyanya Kita sendiri  mau berusaha dengan apa yang kita gemari dan kita fanni.

Terkadang, Kita tidak mengetahui apa bakat yang kita bisai. Namun, dengan sedikit banyak gerak sehari-hari, lama-kelamaan Kita akan mengetahui apa bakat yang tekubur ini.

Sebab, mau bagaimana lagi dan siapa lagi yang mencari sebuah bakat dalam diri sendiri kalau tidak Kita sendiri yang menggalinya dengan bergerak.

Berangkat dari sebuah bakat Kita juga dapat berkreasi nun berkarya. Jadi, semangat menekuni bakat sangatlah penting semua.

Khususnya jiwa-jiwa muda yang sedang mencari siapa jati dirinya. Hal tersebut sangat penting bagi dirinya sendiri dan generasi-generasi keturunanya nanti.

Sebab, dengan jalan menekuni sebuah bakat, kadang kala Kita dapat berkatya dan berkreasi dengan apa yang kita bakati. Lewat sebuah kreasi, kadang kala akan mendapatkan sebuah prestasi.

Kemudia, jika sudah mendapatkan prestasi, maka tidak menutupi kemungkinan kalau kita akan meninggalkan sebuah prasasti.

Prasasti sendiri merupakan hal yang kita ciptakan melalu segudang proses yang tidak manis. Prasati sendiri merupakan kenang-kenangan dimana Kita hidup kemudia dikenal dan dijumpai oleh anak cucu Kita nanti.

Berarti, prasasti yang dapat Kita pamerkan dan kita ciptakan dimasa sekaran untuk generasi masa depan, tak lain halnya, kadang kala berangkat dari sebuah bakat yang direalisasikan dalam sebuah bentuk karya dan kreasi.

Dan karya kita, kreasi kita kadangkala membekas sampai akhir hayat nanti menjadi sebuah peninggalan yang disebut prasasti. Guna anak cucu tahu, kalau mbah buyut dulu pernah berkarya.

Dan berangkat dari situ, anak cucu nanti, siapa tahu termotivasi dan meneruskan serta semangat dalam berkarya seperti mbah buyutnya yang telah mendahului. Tetapi, kunci utama serta garis besarnya hanyalah tetap kemauan tinggi, semangat, kontuinuitas, istiqomah dalam menggemari bakat dan selalu berkarya dan berkreasi. []
Anas Nazarudin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *