Yang Kafir Jadilah Imam!

  • Whatsapp
Cinta Kepada Dunia, dalam Al Qur'an

Berhentilah membuang Tawadhu’ bukan pada tempatnya. Tuan! Njenengan saudah terlalu sering Kecelik, Nopo mripat Njenengan belum ningali Juga? Mungkin karena terlalu mengharap pahala dari Tawadhu’. Atau karena malu, sehingga Njenengan berkata belum pantas dan belum mampu. Dan baru tersadarkan ketika yang maju ke mihrab menjadi imam ternyata bukan Orang yang mengerti tentang Shalat.

Tidak menguasai cara bersuci, Tidak fasih dalam melantunkan Fatihah, tidak tahu Tuma’ ninah, tidak mengerti batas Aurat, Sehingga kalau rukuk dan sujud silitnya terlihat, dan semua dari segala rukun dan syaratnya.

Muat Lebih

Atau justru Njenengan malah tidak tersadarkan juga? Dan lebih memilih mengeritik sembari bersembunyi di rerimbunan jembut media? Atau melakukan aksi tanpa tahu Jeluntrunganya sebab musababnya.

Merasa kuat dengan mengumpulkan Masa, Marah saat disamakan dengan buih samudra, Atau jangan-jangan Njenengan termasuk yang terkelabuhi dengan bagusnya suara, Indahnya Tuma’ ninah, Fasih dan dan merdunya bacaan Fatihah.

Sampai tidak sadar bahwa Imamnya Kafir cina?, Atau jangan-jangan Njenengan memang tidak ada yang mampu, Sehingga dari Njenengan ada yang mengeluarkan Fatwa, ” Kafir tapi memenuhi Syarat rukun Shalat, Lebih wajar menjadi imam di banding muslim, namun berwudhu saja tidak tahu caranya. ”

Jika memang demikian, Marilah kita rapatkan barisan sambil sikut-sikutan, Yang Ngalim terulah mengindar, Yang Kafir, Jadilah Imam!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *