Beranda Profil Yogi Habib Sya’roni, Blogger Kece Asal Lamongan

Yogi Habib Sya’roni, Blogger Kece Asal Lamongan

Yogi

Perkenalkan Nama saya Yogi Habib Syaroni, umur 22 tahun, anak terakhir dari 4 bersaudara. Dilahirkan dari keluarga yang sederhana, Saya besar dan tumbuh di lingkungan desa yang mayoritas lulusan pesantren, jadi bisa dibilang desa santri yaitu Dusun Prijek Desa Taman Prijek kecamatan Laren Kabupaten Lamongan.

Tumbuh di lingkungan santri dan Abah saya adalah Tokoh Agama, maka tak heran jika setelah lulus Madrasah ibtida’iyah (MI) saya langsung di setorkan ke pesantren yang berada di Desa Banjarwati Paciran Lamongan.
Dan, sejak itulah saya pertama kali harus berpisah dari kedua orang tua dengan lingkungan yang berbeda.

Di pesantren inilah saya mengenal banyak hal, mulai dari ilmu sampai teman hingga macam-macam takziran. 3 tahun pertama berlalu dengan aman, saya lulus MTs dengan prestasi cukup baik, dari menjadi ketua OSIS sampai menjuarai lomba baca kitab kuning di pespantren, dan berniat meneruskan MA juga disana.

Setelah masuk MA saya mulai mengenal dunia modern dari dunia anak reggae hingga dunia punk, Dan disitulah niat awal saya untuk bertahan 6 tahun di pesantren mulai goyah. 1 tahun setelah masuk MA berjalan dengan aman, di tahun berikutnya tepatnya kelas 2 MA saya mulai terkena berbagai masalah, dari masalah perekonomian hingga masalah pacaran.

Tidak bisa dipungkiri karna masa seperti itulah remaja lebih mengenal banyak hal termasuk percintaan, belum cukup sampai disitu Abah saya sakit parah dan harus masuk salah satu rumah sakit di Lamongan, dan saya pun mengajukan perizinan kepada kepala pondok dan pak kiyai meminta agar libur sementara untuk ikut mengurus Abah di rumah sakit bersama ibu, semakin hari penyakit Abah semakin parah dan di haruskan operasi, saya kira setelah operasi Abah akan sembuh dan beraktifitas seperti semula namun Tuhan berkehendak lain, ternyata Tuhan lebih menyayangi Abah ketimbang saya dan keluarga.

Tuhan mengambilnya sebelum Hari Raya Idul Fitri akan tiba 5 hari lagi, betapa sakit dan terpuruknya saya saat itu, belum sempat membahagiakan dan memberikan apapun kepada Abah dan Tuhan sudah memanggilnya.

Setelah sepeninggal Abah beberapa minggu kemudian saya memutuskan untuk keluar dari pesantren, melihat keadaan perekonomian keluarga semakin memburuk saya berpikir untuk keluar saja dan bekerja, betapa hancurnya hati dan pikiran saya saat itu harus keluar dari pesantren sebelum cita-cita saya tercapai karena keadaan yang memaksa.

Beberapa bulan kemudian saya berdamai dengan meninggalnya Abah dan di saat itulah saya di suruh sekolah lagi oleh salah satu guru dari Payaman,Solokuro,Lamongan. “Saya mau saja meneruskan sekolah tapi biaya darimana?” ujar saya, “sudahlah tak usah mikir biaya, yang penting kamu selesaikan sekolah setidaknya hingga lulus SMA” ujar guru tadi.

Dan saya pun masuk di sekolah yang di bilang guru tadi, saya hanya meneruskan sekolah 1 tahun di kelas 3 SMA saja dan lulus.

Setelah lulus saya tidak ada keinginan untuk melanjutkan kuliah, yang saya pikir hanyalah bekerja demi kebutuhan dan untuk ibu saya, setelah bekerja di Ambon dua tahun dan pulang saya di perkenalkan oleh teman tentang alam, mulai dari pendakian gunung, pantai dan wisata lainya.

Nah dari situlah saya mulai menggeluti alam sampai sekarang, seolah itulah hobi dan hidup saya.

Setelah beberapa tahun menggeluti alam, maka tak heran jika foto dan dokumentasi lainya menyangkut tentang alam, dan dari foto-foto itulah saya diajak mas Fathnan untuk menulis blog, “sayang kalo Cuma dinikmati sendiri, lebih baik di bagi-bagi” ujarnya, karna dulu kita juga merupakan teman satu pesantren di Banjarwati dan dia adalah senior saya, maka saya ikut dengan ajakan tersebut hingga sekarang dan semoga sampai selanjutnya.

Bagi Anda yang ingin berinteraksi atau sekedar menyapa habib, Anda bisa berinteraksi melalui sosial media saya:

Facebook: zogi errore

Instagram: zogi_errore

Tulis Komentar